Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, di dalam mobil tahanan KPK, usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait impor daging sapi di gedung KPK, Jakarta.

Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Winantuningtyastiti kembali menjalani pemeriksaan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Winantuningtyastiti dimintai keterangan terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kemtan) tahun 2013.

"Beliau diperiksa untuk tersangka LHI (Luthfi Hasan Ishaaq)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsaa Nugraha di kantor KPK, Selasa (30/4).

Winantuningtyastiti tampak sudah memenuhi panggilan KPK. Namun wanita tersebut enggan berkomentar soal pemeriksaannya hari ini.

Selain Winantuningtyastiti, KPK juga memanggil Muhammad Kholid dari Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan pihak swasta bernama Tri Kurnia Rahayu.

Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq resmi berstatus tersangka tindak pidana pencucian uang sejak 25 Maret 2013. KPK menyangkakan Luthfi melanggar pasal 3 atau pasal 4 atau pasal 5 Undang-Undang No.8/2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidans pencucisn uang jo pasal 55 ayat 1 kesatu.

Seperti diketahui, berdasarkan pengembangan penyidikan kasus dugaan suap penentuan kuota impor daging sapi tahun 2013 Ahmad Fathanah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan TPPU.

Ahmad Fathanah dijerat dengan Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 Undang-undang Pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Bersamaan dengan penetapan TPPU tersebut, KPK menyita empat buah mobil mewah milik Ahmad Fathanah.

Penulis: Rizky Amelia/WBP