Demonstrasi buruh di bundaran HI, Jakarta.

Jakarta - Walau perwakilannya sudah diterima oleh Presiden SBY dan dijanjikan menjadikan Hari Buruh 1 Mei sebagai hari libur nasional, sejumlah kalangan masih tetap tak sependapat dengan rencana Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi yang akan segera dilaksanakan.

"Sekber Buruh tetap menolak keras rencana kenaikan harga BBM.Pemerintah memang seharusnya memberikan subsidi untuk semua kebutuhan mendasar rakyat, termasuk BBM," tegas Budi Wardoyo dari Sekretariat Buruh Bersama (Sekber Buruh) dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/4).

Budi melanjutkan bahwa defisit APBN yang terjadi dan dijadikan sebagai dasar menaikkan harga BBM, bisa diatasi dengan menghentikan pembayaran hutang luar negeri, atau memperbesar pendapatan dari nasionalisasi perusahaan-perusahaan tambang yang selama ini dikuasai swasta. Selain itu Pemerintah bisa memperbesar pajak dari koorporasi. "Masih juga ada cara lain, seperti penghematan dan pengetatan anggaran buat pegawai negeri,” tambahanya.

Sekber Buruh berencana akan menggorganisir pemogokan kawasan-kawasan industri serta mengajak mahasiswa untuk melakukan mogok belajar, menolak rencana kenaikan harga BBM, pada 1 Mei" tegas Budi Wardoyo.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho/AF