Petugas SPBU  menyiapkan alat peraga berisi harga BBM setelah dinaikkan

Surabaya - Sekitar 100-an massa mahasiswa dan organisasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu (ARB), menggelar aksi demo damai menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Gedung Grahadi, Gubernuran Jatim di Surabaya, Selasa (30/4).

Dalam aksinya, para aktivis yang di antaranya terdapat pengurus dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), LSM Satu Kedaulatan Rakyat (SAKERA), Forum Kalimas itu, menuntut agar Presiden SBY membatalkan rencana kenaikan harga BBM pada Mei 2013.

Massa sambil membentangkan banyak spanduk, di antaranya ada yang bertuliskan; “Jangan Jadikan Rakyat Miskin Tambah Melarat Cuk!”; “Naik, Utang Luar Negeri Naik! Rakyat Miskin Bersatulah Melawan Banaspati!”; “BBM-Bolak Balik Mundak, Menterine Goblok”, mengaraknya dari Monumen Monkasel di depan Stasiun KA Gubeng berjalan kaki berarakan menuju ke Gedung Grahadi Gubernuran di depan Patung Gubernur Soerjo.

Menurut Hassanudin, Koordinator LSM SAKERA mengemukakan, bahwa BBM yang menyangkut hajat orang banyak, seharusnya diingat oleh pengelola negara ini adalah bagian dari amanat Pasal 33 ayat 3 UUD 1945, yakni, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Aksi massa itu sempat menimbulkan kemacetan di jalur jalan raya utama Kota Surabaya karena menutup sebagian Jalan Raya R Soerjo hingga Jalan Pemuda dan menghambat jalur keluar dari Jalan Raya Tunjungan, Surabaya. Berkat diterjunkannya sekitar satu kompi polisi Polrestabes Surabaya, aksi demo tersebut berlangsung tertib dan aman. Massa yang menggelar aksi demo mulai pukul 10.00 WIB itu kemudian membubarkan diri sekitar pukul 12.00 WIB. 

Suara Pembaruan

Penulis: ARS/FMB

Sumber:Suara Pembaruan