Petugas SPBU  menyiapkan alat peraga berisi harga BBM setelah dinaikkan

Palu - Mengantisipasi rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), Kepolisian Resort (Polres) Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengambil langkah-langkah pengamanan dengan menyiapkan sekitar 200 personil polisi.

Kapolres Donggala AKBP Guruh Arif Darmawan mengatakan, Donggala memiliki sepuluh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sehingga untuk pengamanan pihaknya telah menyiapkan sekitar 200 personil.

Dikatakan, jumlah tersebut nantinya disebar di seluruh SPBU yang ada di Donggala dan Sigi. Setiap SPBU akan dijaga sekitar 20 polisi yang berpakaian dinas dan preman.

"Untuk pengamanan dipo pertamina di Desa Lolioge, akan diturunkan satu pleton aparat kepolisian dan dibantu satuan dari TNI, mengingat dipo tersebut merupakan pelabuhan pengisian BBM untuk wilayah Palu, Donggala dan Sigi,” jelasnya.

Sementara itu, menyikapi seringnya terjadi penimbunan BBM, Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Perekonomian Sekretaris Daerah Kota Palu, Tamin Tombolotutu mengatakan, secepatnya pada awal Mei ini pihaknya akan melakukan pertemuan dengan PT Hisnawa Migas dan Pertamina.

Menurut Tamin, Pemkot sendiri selalu menekankan untuk pengisian jerigen harus membawa surat pengantar dari kelurahan jika ingin mendapat pelayanan dari SPBU. Pelayanan yang sama bagi para nelayan dan petani.

"Kewenangan penindakan serta pengawasan di setiap SPBU ada di tangan PT Hisnawa Migas. Bila ditemukan pelanggaran seperti itu, Pemkot hanya sebatas pengawasan penyaluran BBM bersubsisi untuk rakyat miskin,” ujarnya.

Suara Pembaruan

Penulis: JDL/FER

Sumber:Suara Pembaruan