Sejumlah warga melihat puing Mapolsek Rupit Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, Selasa (30/4).

Jakarta— Insiden tewasnya empat warga dalam bentrok berdarah di Kecamatan Rupit, Musi Rawas, Sumatera Selatan, Senin (29/4) malam sekitar pukul 21.30 WIB mendapat perhatian khusus Mabes Polri.

Kapolri Jenderal Timur Prapodo memerintahkan Irwasum Komjen Imam Sujarwo dan Kadiv Propam Irjen Syafruddin ke lokasi kejadian.

“Upaya Polri adalah Kapolda Sumsel (Irjen Saud Usman Nasution) telah tiba di lokasi sejak kemarin untuk mengecek lokasi. Irwasum dan Kadiv Propam juga hadir untuk back up proses investigasi jika ada yang salah. Kita juga sedang mengumpulkan bukti lebih lengkap lagi karena proses pengamanan unjuk rasa tidak (boleh) menggunakan peluru tajam (meski) peluru karet kalau ditembakan dari jarak dekat juga bisa melukai,” kata Kabag Penum Polri Kombes Agus Rianto di Mabes Polri Rabu (1/4).

Hingga kini, Agus menambahkan, belum ada kepastian apakah keempat korban yang roboh berkalang tanah itu tertembak dengan peluru tajam, peluru karet, atau sebab yang lain.

”Proses penegakan hukum tidak boleh melanggar hukum. Penggunaan senjata api (oleh anggota Polri) hanya untuk melumpuhkan tidak membunuh,” beber Agus, yang menambahkan jika masyarakat membawa senjata tajam dan senjata api rakitan.

Empat orang yang tewas itu adalah Nirson (20) luka tembak di dada kanan, Padilah (45) luka tembak di dada kiri, Suharto (16) tertembak di kepala, dan Rinto (24) meninggal dalam perjalanan. Sejumlah warga lainnya terluka yaitu Kasira luka tembak di dada dan Tono luka tembak kaki kanan.

Yang lainnya adalah Indar terkena benda tumpul kepala, Diki yang luka tembak kaki kiri, Andre luka tembak kaki kanan, Indra terluka tembak tangan kanan, Koko luka tembak kaki kanan, dan Diko luka tembak di tangan kiri.

Sementara anggota Polri yang juga terluka—umumnya terkena siraman air keras—adalah Aiptu Fahrudyn, Apitu Barliono, Aiptu Aman Hidayah, Brigpol Irak Herdiansa, dan Briptu Oyon Tondan. Mereka adalah anggota Polres Musi Rawas.

”Saya juga belum dapat data berapa banyak masyarakat yang diperiksa. Yang jelas, dengan difasilitasi mantan Kapolda Sumsel Irjen (pur) Iskandar Hasan, telah ada dua kesepakatan yakni mereka akan sama-sama memonitor perkembangan pemekaran Musi Rawas Utara dan investigasi terkait peristiwa penembakan warga,” beber Agus.

Seperti diberitakan, aksi demo pemblokiran jalan lintas Sumatera (jalinsum) di Kecamatan Rupit terkait tuntutan pemekaran Musi Rawas Utara yang berakhir ricuh. Massa yang jumlahnya sekitar 1000-an tetap kukuh memblokir jalan yang mengakibatkan jalur menjadi lumpuh total.

Akhirnya dengan mengacu pada prosedur yang ada, petugas Polres dibantu dengan 2 SSK (satuan setingkat kompi) Brimob Polda Sumsel melakukan tindakan kepolisian dengan membubarkan pemblokiran jalan hingga akhirnya terjadi korban jiwa.

Dalam peristiwa itu ada dua Mapolsek Rupit dan Mapolsek Karang Dapo dibakar massa. Asrama Polsek Rupit juga turut dibakar termasuk sembilan kendaraan roda empat dan empat kendaraan roda dua.

Polisi kini tengah berupaya mengaktifkan kembali pelayanan pada masyarakat di kedua Polsek itu secara darurat.

Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo/WBP

Sumber:PR