Kegiatan seorang ibu di desanya yang sebagian besar wilayahnya berupa rawa dan perairan sungai. FOTO: CL/ Antony Toban

Jakarta - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri meluncurkan lima kabupaten dan kota sebagai daerah sejahtera yang nantinya akan menjadi percontohan.

"Lima kabupaten dan kota ini kita lakukan uji coba sebagai kabupaten dan kota sejahtera," kata Mensos pada peluncuran dan penandatanganan MoU Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Terpadu Menuju Kota Sejahtera (PKST MKS) di Jakarta, Rabu (1/5).

Kelima kabupaten/kota yang dinilai layak sebagai daerah sejahtera tersebut yaitu Kota Sukabumi di Jawa Barat, Kota Payakumbuh Sumatera Barat, Kabupaten Sragen Jawa Tengah, Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan dan Kabupaten Berau Kalimantan Timur.

Mensos menjelaskan, penilaian yang dilakukan terhadap kelima daerah tersebut sehingga layak disebut sebagai kabupaten dan kota sejahtera diantaranya dilihat dari kondisi daerah, kesiapan pemerintah daerah dan berdasarkan verfikasi yang dilakukan Kementerian Sosial terkait sejauh mana kesiapan daerah.

"Kita inginkan kesiapan daerah dimana nanti tersedia pelayanan satu pintu untuk melayani berbagai permasalahan sosial seperti lansia terlantar, anak terlantar, kemiskinan, pengangguran, kecacatan dan sebagainya," ujar Mensos.

Menurut Mensos sebuah kabupaten atau kota yang sejahtera harus layak anak, layak bagi lansia, berkurang jumlah kemiskinan serta pengangguran dan masalah-masalah sosial lainnya.

"Saya memberi apresiasi seluruh kabupaten kota punya semangat untuk memberikan pelayanan terpadu karena sangat penting sebab masalah anak terlantar, kecacatan, lansia, masalah kemiskinan harus diselesaikan secara terpadu," tambah dia.

Kementerian Sosial tetap akan memberi bantuan dalam bidang penyiapan pekerja sosial sebab dibutuhkan tenaga pekerja sosial yang profesional untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Mensos optimis kabupaten dan kota sejahtera akan berhasil dan bisa dicontoh oleh daerah lain di Indonesia.

Penulis: ANT

Sumber:Antara