Ilustrasi tempat kejadian peristiwa kriminal.

Jakarta - Polisi menahan lima tersangka, terkait dugaan kasus perampasan kemerdekaan orang dan penganiayaan, di sebuah tempat usaha pengolahan limbah barang alumunium, di Kampung Bayur Opak RT03 RW06, Lebak Wangi, Sepatan Timur, Tangerang. Ada dua orang tersangka lainnya masih buron.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tangerang, Kompol Shinto Silitonga, saat dihubungi Beritasatu.com, mengatakan pihaknya menetapkan tujuh orang tersangka terkait dugaan perampasan kemerdekaan dan penganiayaan di sebuah home industri pembuatan barang-barang alumunium.

"Tersangkanya ada tujuh orang. Lima sudah kami tahan, sedangkan dua orang lainnya sedang kita cari. Soalnya, saat kita masuk ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dua orang ini sudah resign dua minggu sebelumnya," ujar Shinto, Minggu (5/5).

Dikatakan Shinto, para tersangka itu atas nama Yuki Irawan (pengusaha), Tedi, Firman, Jaya, dan Umar.
"Keempat lainnya itu adalah mandor-mandor yang juga memperlakukan para pekerja dengan tidak manusiawi," tambahnya.

Shinto menyampaikan, kronologis pengungkapan dugaan kasus perampasan kemerdekaan dan penganiayaan ini bermula ketika dua orang buruh yang sudah bekerja selama 4 bulan di TKP, berhasil melarikan diri.

"Mereka kabur karena mengalami siksaan, perlakuan kasar, penyekapan, dan tidak ada pemberian hak-hak buruh dari majikan," ungkapnya.

Selanjutnya, kata Shinto, dua buruh itu bercerita kepada keluarga dan membuat laporan polisi, di Polres LampungUtara tertanggal 28 April 2013. Selain itu, mereka juga mengadu ke Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM).

"Setelah kami melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Polda Lampung, lalu dilakukan pengecekan ke lapangan, Jumat 3 Mei 2013, pukul 14.00. Selanjutnya kami membawa 25 buruh, empat mandor, Yuki dan isterinya serta Kepala Desa Lebak Wangi untuk dimintai keterangan," jelasnya.

Menurut Shinto, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi untuk memperoleh keterangan tambahan, pemberkasan kepada lima tersangka dan fokus mencari dua tersangka lain yang masih buron.

"Saat ini kami masih melakukan pemberkasan dan mencari dua pelaku yang masih buron," tandasnya.

Penulis: Bayu Marhaenjati/AF