Sebuah prototipe gerbong monorel yang dibuat oleh PT Melu Bangun, Bekasi.

Madiun - Menteri BUMN Dahlan Iskan meluncurkan mock up (produk contoh) monorel di Madiun, Jawa Tengah, Senin (6/5). Di acara tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama antar-BUMN dalam rangka penyediaan sarana transportasi monorel lengkap dengan sarana pendukungnya.

Selain itu, Dahlan Iskan juga meresmikan workshop monorel dan kereta penggerak PT INKA Persero. Produk contoh lainnya adalah rolling stock, precast consreete guide beam, ticketing, passenger information system, dan operating control system.

Sebanyak tujuh BUMN di luar perbankan mengambil bagian untuk pengembangan kemajuan transportasi terutama yang ramah sosial dan lingkungan. Dahlan juga menyampaikan kepada publik mengenai kesiapan fisik produk moda monorel yang digagas dan dioperasikan korsorsium BUMN.

"Ini untuk mendukung program transportasi dengan menggunakan produk dalam negeri 70 persen. Ini untuk menghemat devisa negara," kata Dahlan.

Dahlan mengatakan, produk monorel dipilih karena termasuk sederhana, kapasitas angkut cukup besar dengan kerampingan dan radius putar yang kecil. Moda ini juga sangat cocok untuk daerah urban, tidak membutuhkan pembebasan tanah yang selama ini menjadi ganjalan pembangunan infrastruktur transportasi.

"Bahkan, kita kembangkan untuk angkutan kontainer di pelabuhan. Ini lebih praktis dan efisien," katanya.

Moda monorel didesain elevated, alias di atas tanah, sehingga turut memecahkan keruwetan dan kemacetan jalan raya. Moda ini juga menjamin waktu perjalanan yang tepat waktu, ramah lingkungan, dan menghemat energi bahan bakar minyak.

Adapun tindak lanjut konsorsium setelah penunjukkan mock up adalah mendapatkan persetujuan legalitas dari pemerintah sebagai pemegang otoritas dan dapat dimulai pembangunan monorail di Jabodetabek. Sementara menunggu legalitas, dilakukan proses hitungan dan design bisnis proses yang akhirnya melaksanakan kerjasama antar BUMN penyedia yakni Jasa Marga, Adhi Karya, INKA, LEN, dan Telkom.

Setelah legalitas diperoleh dan finansial proses atas dukungan Bank Mandiri sebagai sebagai leading bank konsorsium. Juga sudah dapat melakukan Detail Engineering Detail (DED) prototipe untuk uji dinamis dan daya tahan dalam test track.

"Ini sekaligus proses mendapatkan sertifikasi moda angkutan umum untuk monorel Jabodetabek," paparnya.

Untuk monorel dengan jalur kegunaan khusus yaitu monorel pengangkut kontainer kerjasama antara Pelindo 3 dengan konsorsium BUMN penyedia yakni ADHI, INKA dan LEN. Sedangkan untuk monorel Bandara Soetta diharapkan segera terlaksana antara Angkasa Pura 2 dengan konsorsium BUMN. Diharapkan dalam 18 bulan kereta Bandara sudah bisa dioperasikan.

Suara Pembaruan

Penulis: H-14/NAD

Sumber:Suara Pembaruan