Ilustrasi bendera-bendera parpol.

Jakarta - Hasil verifikasi sementara KPU atas daftar caleg sementara (DCS) di mana 90% berkas tak memenuhi syarat adalah bukti parahnya kualitas partai politik di Indonesia.

Ray Rangkuti dari Lingkar Madani (Lima) Indonesia, mengatakan, untuk pertama kali dalam sejarah pemilu Indonesia, lebih dari 90% berkas administrasi caleg dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Hal itu ironis karena terjadi pada era di mana perangkat teknologi dan fasilitas pengadaan administraasi penduduk serta pelayanan atas pengadaannya makin membaik.

"Partai politik tak serius berbenah. Ambisi besar tapi kemampuan tak memadai," kata Ray di Jakarta, Kamis (8/5).

Yang lebih miris, lanjutnya, hal itu terjadi di semua partai politik lama dan sudah lama eksis di parlemen. Sangat aneh mereka tak mampu dengan segera memenuhi berkas persyaratan administratif.

"Bagaimana bisa partai politik lama begitu teledor dalam implementasi UU yang mereka buat sendiri. Sementara waktu untuk menyiapkan seluruh persyaratan administratif tersebut tersedia dengan memadai, khususnya bagi partai politik lama," ujar Ray.

Dia melanjutkan bahwa muara semua kisruh itu jelas ada pada partai politik yang mekanisme rekrutmen partai sembrono, instan, dan asal jadi.

"Berkas kosong, kurang KTP, atau nama ganda misalnya merupakan kelemahan pendataan di lingkungan parpol," kata dia.

"Sejatinya semua kekurangan administrasi di KPU tak perlu terjadi jika sejak di partai telah dilakukan pengarsipan data caleg."

Penulis: Markus Junianto Sihaloho