Ilustrasi terorisme

Jakarta - Detasemen Khusus 88/Polri menggelar operasi kontra teror di Kabupaten Bandung, Sumedang, Batang, Kendal, Kebumen, dan Tangsel sepanjang Rabu (8/5). Detasemen berlambang burung hantu ini berhasil menangkap sedikitnya 11 orang dan empat orang di antaranya tewas.

Rinciannya, menurut sumber Beritasatu.com, dua orang yang ditangkap hidup-hidup di Bandung, dan tiga tewas. Sementara satu orang ditangkap hidup-hidup di Sumedang, Jawa Barat.

Satu terduga teroris tewas sementara satu orang lagi ditangkap hidup-hidup di Batang. Sisanya satu orang ditangkap hidup-hidup di Kendal, satu orang ditangkap hidup-hidup di Tangerang Selatan, dan dua orang ditangkap hidup-hidup di Kebumen.

"Yang Sumedang dan Bandung masih harus dipastikan lagi keterlibatannya. Ada minimal 11 yang kita tangkap, meski sebenarnya jumlah totalnya 12 orang, Mas," imbuh sumber tersebut.

Seperti diberitakan, yang ditangkap di Pondok Aren, Tangerang Selatan adalah Faisal alias Boim. Lalu yang ditangkap di Kebumen adalah Wagiono dan Farel.

Mereka ini direkrut oleh Abu Roban alias Untung alias Bambang Nangka yang tewas ditembak dalam penggrebekan di Desa Limpung, Batang, sekitar pukul 15.00.

Bersama Abu Roban juga ditangkap Sugiyono dalam keadaan hidup. Sedangkan asisten Abu Roban bernama Iwan dibekuk di Tambaksari, Kendal, Jawa Tengah.

Jaringan ini diduga terlibat perampokan toko emas di Tambora dan perampokan BRI Reban Kabupaten Batang, Grobogan, dan Lampung untuk fai (pendanaan) aksi teror di Poso.

Mereka juga terlibat penyelundupan senjata bersama terpidana kasus teroris, Abu Omar.

Penulis: Farouk Arnaz