Ilustrasi sains

Jakarta - Tujuh remaja yang merupakan peneliti muda, berhasil membanggakan Indonesia di ajang International Exhibition of Young Inventors (IEYI) 2013 di Malaysia. Anak-anak bangsa ini berhasil membawa pulang tiga medali emas dan dua perak atas karya penelitian mereka yang kini diharapkan bisa mendapat paten atau diadopsi kalangan industri.

Para ilmuwan muda yang diutus mengikuti kompetisi sains di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, pada 9-11 Mei 2013, ini merupakan peneliti muda yang sebelumnya memenangi lomba karya ilmiah remaja yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) setiap tahunnya.

Kepala Bagian Peningkatan Karya Ilmiah LIPI, Yusuar, mengungkapkan bahwa LIPI tentunya senang dan bangga atas prestasi yang diraih tersebut. Menurutnya, ke depannya LIPI berharap anak-anak dapat terus berkarya atau mengembangkan invensi yang sudah ada.

"Bila memungkinkan, bisa sampai mendapat paten atau ada industri yang tertarik. Walaupun untuk sampai ke sana rasanya cukup berat," katanya di Jakarta, Senin (13/5).

Yusuar menambahkan, dalam rangka pembinaan kemampuan ilmiah remaja, LIPI pun berharap ke depan dapat lebih banyak lagi mengirim inovator muda untuk berkompetisi secara internasional.

"LIPI percaya anak-anak muda kita punya kemampuan. Mereka pun senang mendapat penyambutan saat kedatangannya di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang kemarin," ucapnya.

Untuk diketahui, IEYI merupakan ajang internasional untuk menampilkan beragam kreativitas para pemuda atau ilmuwan muda melalui invensi mereka. Penemuan yang ditampilkan adalah produk yang telah mendapatkan penghargaan dari kompetisi nasional setiap negara.

Dalam ajang IEYI tahun ini diperlombakan enam bidang, yakni disaster management, education and recreation, food and agriculture, green technology, safety and health, serta technology for spesial needs.

Kepala Bagian Humas LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas menjelaskan, invensi dari Indonesia yang berhasil meraih medali emas itu antara lain adalah "Detektor Telur Busuk" karya Wisnu (SMA Taruna Nusantara Magelang Jawa Tengah) kategori Food and Agriculture, "Thundershot Filter (Turbin Thundershot) Penyaring Sampah" karya Nurina Zahra Rahmiati, Tri Ayu Lestari dan Elizabeth Widya Nidianita (SMAN 6 Yogyakarta) kategori Green Technology, serta "Sepatu Anti Kekerasan Seksual" karya Hibar Syahrul Gafur (SMPN 1 Bogor Jawa Barat) di kategori Safety and Health.

Sementara untuk medali perak, didapat dari invensi "Bra Penampung Asi" karya Devika Asmi Pandanwangi (SMAN 6 Yogyakarta) kategori Technology for Special Needs, dan "Canting Batik Otomatis" karya Safira Dwi Tyas Putri (Sampoerna Academy Kampus Bogor Jawa Barat) di kategori Green Technology.

Lebih lanjut, Yusuar menjelaskan bahwa dalam ajang IEYI di Malaysia yang diikuti 10 negara seperti Thailand, Malaysia, Jepang, Korea, Taiwan, Vietnam, Singapura ini, delegasi Indonesia berjumlah 13 orang yang terdiri dari enam official dan tujuh orang peserta lomba. Taiwan dan Jepang sendiri menjadi negara dengan perolehan medali emas teratas di ajang itu.

Suara Pembaruan

Penulis: R-15

Sumber:Suara Pembaruan