Ahmad Fathanah

Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengaku dirinya kenal dengan tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dalam pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2013 tersangka Ahmad Fathanah.

Hal itu dikatakan oleh Anis ketika tiba di kantor KPK, Senin (13/5).

"Saya kenal [Ahmad Fathanah]. Kenal biasa saja," kata Anies.

Menurut Anis, Fathanah dikenalnya sebagai sahabat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Anis membantah jika Fathanah adalah kader partai yang dipimpinnya.

"Fathanah bukan kader. Itu sahabat (mantan) presiden PKS, Pak Luthfi," kata Anis.

Hari ini, Senin (13/5) KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Presiden PKS Anis Matta. Anis bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang terkait pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kemtan) tahun 2013 dengan tersangka Ahmad Fathanah.

Sebelumnya, Saldi Matta, adik Anis juga pernah diperiksa KPK terkait kasus yang sama. Saldi mengaku pernah menerima transfer uang dari Fathanah sebesar Rp 50 juta. Namun uang tersebut diklaim sebagai pembayaran utang Fathanah kepadanya.

Berdasarkan pengembangan penyidikan kasus dugaan suap penentuan kuota impor daging sapi tahun 2013 di Kemtan, Ahmad Fathanah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan TPPU.

Ahmad Fathanah dijerat dengan Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 Undang-undang Pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Bersamaan dengan penetapan TPPU tersebut, KPK menyita empat buah mobil mewah milik Ahmad Fathanah.

Keempat mobil yang disita penyidik KPK adalah mobil Toyota jenis FJ Cruiser warna hitam dengan nomor polisi B 1330 SZZ, mobil Toyota Alpard warna putih bernomor polisi B 53 FTI, mobil Toyota jenis Land Cruiser Prado TX warna hitam dengan nomor polisi B 1739 WFN, dan mobil Mercy C 200 warna hitam bernomor polisi B 8749 BS.

Selain Mobil Mercy, diketahui 3 mobil dibeli dari dealer William Mobil Pondok Indah. Kempat mobil itu ditaksir mencapai Rp 4,3 miliar.

Keempat mobil tersebut disita dari kediaman Ahmad Fathanah, salah satunya disita dari Apartemen Margonda Resident, Depok. Dimana ditempat itu, Fathanah tinggal satu atap dengan salah satu istri yang bernama Septi Sanustika. Saat ini kempat mobil tersebut menghuni pelataran parkir gedung KPK.

Kemudian, KPK juga sudah menyita dua rumah yang diduga terkait dengan Fathanah, yaitu di Pesona Khayangan Blok BS No. 5 dan di Permata Depok, Cluster Berlian 2 Blok H2 No 15, Depok Jawa Barat.

Penulis: Rizky Amelia/NAD