Petugas Bea Cukai berhasil mengamankan ratusan Blackberry selundupan di Bandara Soekarno Hatta

Jambi - Aparat Polres Tanjung Jabung Barat, Jambi, mengamankan 3.000 unit telepon genggam jenis Blacberry (BB) yang diduga ilegal. Blackberry tersebut diduga didatangkan dari Kepulauan Riau.

Saat ini BB ilegal itu diamankan di Mapolres Tanjungjabung Barat, barang tersebut diamankan pada Sabtu (11/5) di salah satu pelabuhan di Kuala Tungkal, ibukota Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).

Kabag Humas Polres Tanjabbar AKP Hotmaida Sianturi ketika dikonfirmasi, Selasa (14/5), mengaku belum bisa memberikan keterangan dan masih menunggu perintah dari Kapolres.

"Tunggu Kapolres saja. Kan beliau sedang melaporkan kepada Polda Jambi. Maaf belum bisa kasih keterangan. Kita tunggu saja nanti ya, kalau Kapolres sudah pulang baru kita kasih keterangan," ujarnya.

Selanjutnya, Hotmaida menyarankan para awak media untuk konfirmasi kepada Kabag Ops Kompol Ruslan, namun hal yang sama juga dikatakan Kompol Ruslan.

Kabag Ops mengaku belum menerima laporan dari anggota soal adanya tangkapan atas ribuan unit BB ke Tanjabbar.

"Apa yang bisa saya jelaskan, saya belum terima laporan soal itu. Laporannya belum masuk ke saya. Jadi saya belum tahu benar soal itu," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyelundupan BB yang terindikasi barang dari pasar gelap (black market) masuk ke wilayah hukum Tanjabbar melalui jalur laut, dengan menggunakan kapal cepat dan disimpan di dalam tiga peti kayu.

Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti tempat pelabuhan yang menjadi lokasi penangkapan.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, Blacberry ilegal yang berhasil diamankan lebih dari 3.000 unit itu berasal dari Kota Batam, Kepri melalui jalur Tembilahan (Riau) untuk kemudian dikirim ke Kota Kuala Tungkal.

BB tersebut biasanya akan diedarkan di Kota Jambi, dan wilayah kabupaten, bentuknya masih batangan, tidak ada kotaknya.

Penulis: Yudo Dahono/YUD

Sumber:Antara