Ilustrasi tank leopard

Jakarta - Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah mengatakan peluang yang diberikan Jerman terkait penjualan tank Leopard meningkatkan daya tawar Indonesia secara global, sekaligus membuka kesempatan kerja sama dengan berbagai alternatif kemitraan yang lebih menguntungkan.

"Itu menunjukkan posisi tawar Indonesia, sekaligus memperluas sumber pembelian persenjataan mutakhir," kata Teuku di Jakarta, Rabu (15/5).

Pekan lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel, telah memberikan "lampu hijau" untuk produsen senjata Rheinmetall AG yang berada di Duesseldorf, Jerman untuk menjual tank ke Indonesia.

Sejumlah kendaraan yang dipesan dari Jerman itu, termasuk 104 tank Leopard 2 dan puluhan kendaraan tempur infanteri serta amunisi dan kendaraan untuk medan pegunungan, pemasang jembatan dan penggusur tanah lapis baja.

Secara keseluruhan, Jerman pada pekan lalu telah setuju untuk menjual 164 tank kepada Indonesia.

Teuku yang merupakan Direktur IC3D mengatakan, posisi tawar Indonesia juga meningkat dengan negara-negara pemasok alat sejenis seperti Amerika Serikat, China, atau Korea Selatan.

Dengan begitu, ujar Teuku, Indonesia di mata dunia sudah mendapat apresiasi positif dalam memenuhi kriteria demokrasi modern yang sering disangkut-pautkan dengan perlindungan Hak Asasi Manusia dan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

"Kedepannya, akan memudahkan kita mengajukan opsi seperti imbal beli, kerja sama riset dan pengembangan, termasuk mekanisme pelayanan purna jual, dan keterlibatan industri strategis," katanya.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:ANT