Dirjen Pajak Fuad Rahmany

Jakarta - Keluarga Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak dituding terlibat dalam kasus faktur pajak fiktif. Hal itu diungkap oleh tersangka kasus penerimaan hadiah pengurusan pajak PT The Master Steel, Eko Darmayanto usai diperiksa KPK, Jumat (17/5).

Eko merupakan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Timur yang dipecat usai tertangkap tangan menerima uang 300 ribu dolar Singapura atau setara dengan Rp 2,4 miliar dari perusahaan baja PT The Master Steel.

Eko menceritakan pada hari ini penyidik KPK mengajukan pertanyaan tentang PT Genta Dunia Jaya Raya. Perusahaan tersebut telah membuat faktur pajak fiktif.

"Direkturnya adalah keluarga langsung Direktur Jenderal Pajak (Fuad Rahmani)," kata Eko di kantor KPK.

Menurut Eko, kasus faktur pajak fiktif tersebut telah merugikan keuangan negara hingga Rp6 miliar. Kasus ini sudah divonis pengadilan dan berkekuatan hukum tetap.

Eko mengklaim mengetahui ketidakberesan dalam kasus faktur pajak fiktif tersebut. Namun Eko enggan mengungkapkan hal ini secara mendetail kepada media. Eko memilih untuk menyampaikan informasi yang diketahuinya kepada penyidik.

Eko mengaku mengajukan diri untuk bekerja sama dengan KPK sebagai justice collaborator. Penyidik KPK, kata Eko akan menindaklanjuti keterangannya. Namun fokus penyidik KPK tetap menyelesaikan perkara dimana Eko menjadi tersangka.

"Jadi pesan saya dalam hal ini bapak di Dirjen Pajak, saya ikhlas dipecat dan saya berharap bapak juga siap ikhlas mengundurkan diri jika perkataan saya di hadapan penyidik benar," kata Eko.

KPK berhasil menangkap tangan dua orang penyidik dan pemeriksa pajak Dirjen Pajak pada Kantor Wilayah Jaktim bernama, Eko Darmayanto dan Moh Dian Irwan Nuqishra. Keduanya diangkap saat tengah menerima uang sebesar 300 ribu dolar Singapura dari seorang kurir bernama Teddy dan seorang pegawai perusahaan Baja dari PT The Master Steel bernama Efendy.

Eko, Dian dan Teddy ditangkap di halaman terminal III Bandara soekarno-Hatta, Tangerang, pada Rabu (15/5) pagi. Sedangkan, Efendy ditangkap di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Timur. Uang 300 ribu dolar Singapura itu diduga merupakan suap untuk mengurus persoalan pajak PT The Master Steel yang beralamat di Jalan Raya Bekasi KM 21 Rawa Teratai, Cakung, Jakarta Timur.

Penulis: Rizky Amelia