Kepala Staf Angkatan Darat yang baru Letjen TNI Moeldoko

Jakarta - Penunjukkan Letnan Jenderal (TNI) Moeldoko sebagai Kepala Staf Angaktan Darat (Kasad) yang baru menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo, diapresiasi anggota Komisi I DPR, Susaningtyas Kertopati.

"Setahu saya dia tentara intelektual, yang saya yakin, seorang seperti dia akan lebih pandai mengelola dan menerima kritik," kata Susaningtyas di Jakarta, Senin (20/5).

Politisi asal Partai Hanura itu mengatakan, Moeldoko diharapkan bisa memberi perhatian pada peningkatan kemampuan TNI AD menghadapi ancaman asymetric war. Ancaman demikian harus dihadapi dengan cara modern, dalam artian KSAD baru harus bisa membawa angkatan itu menggunakan metode baru.

Selain itu, Moeldoko harus pandai membangun komunikasi dengan para prajurit. Diharapkan pimpinan baru bisa menyeimbangan kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) para prajurit. Hal demikian penting demi mencegah terjadinya kekerasan yang melibatkan oknum TNI AD dan prajurit dari korps lain seperti Kepolisian.

"Semangat korsa bisa diperlakukan dengan bijak dan tidak dengan tindakan yang ujungnya bisa berdampak negatif ke TNI," kata Susaningtyas.

Diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih Moeldoko sebagai Kasad yang baru, menggantikan Pramono Edhie Wibowo. Pelantikan Moeldoko akan digelar pada Rabu (22/5) mendatang. Moeldoko sebelumnya merupakan wakil Kasad.

Sementara di kalangan pengamat militer, karier Moeldoko akan terus naik dan tidak menutup kemungkinan menjadi Panglima TNI. Berdasarkan logika rotasi angkatan sebagai penjabat Panglima TNI, apabila Laksamana Agus Suhartono, yang saat ini menjabat Panglima memasuki masa pensiun, maka penggantinya dari unsur TNI AD.

Sebelum Agus, panglima TNI adalah dari unsur TNI AU yakni Marsekal (purn) Djoko Suyanto, yang saat itu menggantikan Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto dari TNI AD.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho/WBP