Twitter Darin Mumtazah

Jakarta - Mantan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq, diduga kerap datang ke rumah orang tua Darin Mumtazah, seorang perempuan muda cantik yang berstatus pelajar, di Jalan Bhineka Raya No.3 RT10 RW09, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur.

"Ya saya lihat beberapa kali ke sini. Waktunya ga tentu, kadang siang atau malam. Saya kenal mukanya (Lutfi) saat lihat TV," ujar Siti Aminah, warga yang tinggal tepat di depan rumah orang tua Darin, Rabu (22/5).

Warga RT08 RW09 No.67, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, itu menambahkan, setiap datang Lutfi selalu membawa pengawal.

"Kalau datang itu, mobilnya selalu parkir sejajar dengan pintu pagar. Jadi, dia (Lutfi) langsung masuk. Selalu datang sama pengawal," ungkapnya.

Menurut informasi yang didengar, kata Siti, Darin dan Lutfi sudah menikah sirih. Namun, Ibu Darin, Umi, pernah bilang kalau suami anaknya orang keturunan Arab.

"Kata tetangga sih, sudah kawin siri. Tapi, saya ga tahu pasti. Waktu itu, ibunya bilang kalau Darin sudah menikah sama orang keturunan Arab," katanya.

Siti mengatakan, tak mengenal dekat dengan Darin, karena memang perempuan muda yang diduga mempunyai hubungan dengan Lutfi Hasan itu, jarang keluar rumah.

"Saya tak kenal Darin, jarang keluar. Biasanya kalau keluar pergi sekolah pakai motor. Kalau ibunya ramah, baik. Ia jualan kain. Kalau suaminya sepertinya tak bekerja," jelasnya.

Sementara itu, Petugas Keamanan RT09 RW09, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Suyitno, mengaku pernah memijit Lutfi Hasan 6 bulan lalu.

"Saya pernah diminta mijit. Kebetulan istri saya dulu pernah kerja di rumah ini. Cuma sekali saja, habis itu ga pernah ketemu lagi. Itu 6 bulan yang lalu. Malam-malam mijitnya sekitar jam 7 sampai jam 8 malam. Target saya sampai jam 9 malam, tapi dia minta sudah karena mau terima tamu. Waktu itu saya ga tahu kalau itu pak Lutfi, saya tahunya cuma pejabat saja," ungkapnya.

Suyitno mengatakan, tidak tahu menahu kalau Lutfi merupakan istri Darin. "Saya ga tahu apakah sudah nikah atau belum. Namun, waktu saya tanya mana minyak urutnya, bapak itu bilang ke Darin 'Ma, mana minyak urutnya?' Dibalas. "Ini Pah minyaknya.' Habis itu saya mijit dan ga ngobrol apa-apa lagi," bilangnya.

Suyitno memaparkan, ada enam kamar di rumah orang tua Darin. Satu buat orang tuanya, satu kamar Darin, satu kamar buat kucing peliharaan, dan tiga kamar lainnya di lantai dua kosong.

"Ya, mereka tinggal satu kamar. Di bawah ada tiga kamar, di atas tiga. Kalau di atas ga tahu kamar siapa," tandasnya.

Penulis: Bayu Marhaenjati/FMB