Menteri Keuangan Chatib Basri

Jakarta - Pemerintah berencana menaikkan harga BBM bersubsidi pada Juni 2013. Untuk itu, pemerintah pun menyiapkan anggaran sebesar Rp 30,1 triliun guna meminimalisasi dampak kenaikan BBM tersebut pada masyarakat tidak mampu.

Menteri Keuangan, Chatib Basri, menjelaskan pemerintah saat ini sudah memiliki program jangka pendek maupun jangka panjang guna meminimalisasi dampak dari kebijakan BBM kepada masyarakat kurang mampu. Adapun kebijakan yang ditempuh yakni melalui program percepatan dan perluasan perlindungan sosial (P4S) dengan meningkatkan anggaran untuk program beras miskin (raskin) sebesar Rp 4,3 triliun, tambahan Beasiswa Siswa Miskin, termasuk bidik misi sebesar Rp 7,5 triliun, dan tambahan anggaran untuk program keluarga harapan (PKH) sebesar Rp 700 miliar.

Selain itu, menurut dia, pemerintah juga telah menganggarkan program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebesar Rp 11,6 triliun, serta menambahkan anggaran untuk infrastruktu dasar, seperti irigasi dan air bersih sebesar Rp 6 triliun.

“BLSM ini memang sifatnya sementara karena ketika ada kenaikan harga dan program lain belum sempat kerja, dana tersebut dapat langsung dipergunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya,” ujar Chatib di Jakarta, Selasa (22/5)

Sementara itu Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN), Armida Alisjahabana, menjelaskan penambahan penyaluran raskin dari sebelumnya 15 kg per keluarga menjadi 30 kg akan dilaksanakan pada tiga bulan pertama pelaksanaan kenaikan harga BBM, yakni Juni, Juli, dan Agustus. Sedangkan BLSM, menurut dia, akan disalurkan sebanyak 5 kali, yakni pada Juni dan Juli sebanyak 3 kali sebesar Rp 150.000 per rumah tangga miskin, serta pada September sebanyak dua kali.

“Semuanya akan disalurkan ke 15,5 juta rumah tangga dengan status ekonomi terendah,” jelas dia.

Dia menjelaskan, kebijakan mengurangi subsidi BBM akan berdampak signifikan pada peningkatan inflasi yang diperkirakan mencapai 7,2%. Dampak terbesar, menurut dia, akan dirasakan oleh masyarakat miskin/berpenghasilan rendah, yang diperkirakan akan berdampak pada kehidupan ekonomi selama 5 bulan, untuk itu, diperlukan solusi jangka pendek untuk membantu masyarakat meminimalisasi dampak tersebut.

“Penyesuaian dampak BBM akan membuat angka kemiskinan sepanjang tahun ini berada pada kisaran 11,85% sampai 12,1% jika tidak dilakukan program apapun,” jelas dia.

Namun, menurut dia, dengan program P4S dan infastruktur dasar, maka tingkat kemiskinan pada tahun ini tetap akan berada pada kisaran 9,5%-10,5% atau sama seperti target kemiskinan dalam APBN 2013.

“Pengangguran juga tidak berubah,targetnya sama seperti APBN 2013, karena kita sudha punya modal di Februari 2013, angka pengangguran5,9%, ” terang dia.

Investor Daily

Penulis: NTI/AF

Sumber:Investor Daily