Suasana TPS 6 yang berada di depan Rumah Jabatan Gubernur, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Kupang - Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berbondong-bondong menuju ke tempat pemungutan suara untuk memilih calon gubernur (Cagub) dan wakil gubernur (Cawagub) untuk memimpin wilayah itu lima tahun ke depan.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada putaran kedua kali ini, Kamis (23/5), sejak pukul 7.00 WITA hingga pukul 13.00 WITA ini berlangsung ramai dan aman.

Pencoblosan dan penghitungan suara Pilgub putaran kedua hari ini secara serentak di 21 Kabupaten dan satu kota yang tersebar di wilayah NTT. Pemungutan suara itu di 8.360 TPS dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang ada sebanyak 3.027.283 pemilih.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang maju ke putaran kedua itu adalah Esthon Foenay-Paul Edmundus Talo (Esthon-Paul) yang diusung Partai Gerindra dan Partai Damai Sejahtera (PDS).

Pasangan Frans Lebu Raya-Benediktus A Litelnoni (Frenly) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hanura, Partai Persatuan Pembangan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Demokrat, Gorkar dan PKS, serta sejumlah partai kecil lainnya di NTT.

Frans Lebu Raya dan Lucia Adinda Lebu Raya memilih di TPS 6 depan Rumah Jabatan Gubernur, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang. Sedangkan Esthon L Foenay dan keluarga memilih di TPS di rumah pribadinya Jalan Anggrek Kelurahan Oepura, Kota Kupang.

Sementara, Cawagub paket Frenly, Benediktus A Litelnoni, memilih di Kota Soe kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Sedangkan Cawagub paket Esthon-Paul tidak memberikan hak suaranya, karena tidak terdaftar dalam DPT. Ini dikarena ia memiliki Kartu Tanda Penduduk Bali.

Kedua pasangan incumbent tersebut mengklaim, memenangkan Pilkada putaran kedua itu.

Sekadar diketahui, pada Pilgub NTT putaran kedua itu, paket Frenly didukung oleh tujuh partai besar dan sejumlah partai kecil yang berada di NTT, sedangan Paket Esthon-Paul hanya didukung dua partai.

Suara Pembaruan

Penulis: YOS

Sumber:Suara Pembaruan