Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat  Agung Laksono

Kartu tersebut akan langsung dibagikan segera setelah pemerintah resmi mengumumkan kenaikan BBM.

Jakarta - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (menkokesra) Agung Laksono mengatakan pemerintah saat ini sedang menyiapkan kartu dengan chip untuk ditukarkan dengan kompensasi beras miskin (raskin).

Namun selain untuk raskin kartu tersebut akan berusaha didesain untuk bisa ditukarkan pada komponen kompensasi lain seperti bantuan siswa miskin (BSM), program keluarga harapan (PKH) dan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM).

"Sekarang kita persiapkan termasuk persiapan mengenai kartu, bukan hanya kartunya tapi sistemnya yang ada beberapa uji coba sebelumnya akan dipakai," kata Agung Laksono di kompleks kantor presiden, Jakarta, Kamis (23/5).

Penggunaan kartu ini, kata Agung, diperkirakan akan lebih efektif berbeda dengan sistem kupon yang sebelumnya diberlakukan.

"Selain masalah antri, sistem kupon juga menyebabkan kupon bisa diperjualbelikan," katanya.

Dia menambahkan, kartu tersebut akan langsung dibagikan segera setelah pemerintah resmi mengumumkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP).

"Ya (kartu) sudah dibuat, berapa anggaran dan besarannya saya tidak tahu sedang dalam proses yang menuju finalisasi," kata dia lagi.

Pemerintah mencetak kartu perlindungan sosial sebanyak 15,5 juta sesuai dengan jumlah warga miskin versi Badan Pusat Statistik (BPS).

Sementara kuasa pengguna anggaran dan jumlah anggaran fiks untuk pencetakan kartu, kata Agung, ada di Kementerian Sosial.

Penulis: Ezra Sihite/FER