Ilustrasi instalasi kabel listrik PLN.

Pemda yang sudah ikut membangun jaringan adalah Sidoarjo, Madura dan beberapa kota kabupaten lain.

Surabaya - PLN Distribusi Jatim menggandeng sejumlah Pemda di Jawa Timur untuk membangun jaringan bagi 40 desa di Jatim yang kesulitan teraliri listrik. Kerjasama ini diperlukan karena biaya investasi jaringan sangat besar, mulai dari pemasangan jaringan, pemasangan tiang hingga pemasangan travo.

"Kalau mengandalkan anggaran dari kami, prosesnya akan lama,” kata Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi PT PLN Distribusi Jatim, Noerdajanto di Surabaya, Kamis (23/5).

Menurut dia, 40 desa yang belum teraliri listrik itu merupakan daerah terpencil terpencil di Madura, Jember, Bojonegoro dan di beberapa daerah lain.

Investasi yang dikeluarkan PLN setiap tahun, misalnya untuk program listrik masuk desa (lisdes) sekitar Rp 85 miliar hingga Rp 100 miliar.

"Dana tersebut hanya bisa menyambungkan sekitar tiga desa, sehingga empat desa saja akan membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan 40 desa," ujarnya.

Adapun pemda yang sudah ikut membangun jaringan adalah Sidoarjo, Madura dan beberapa kota kabupaten lain.

Saat ini, kata Noerdajanto, tingkat elektrifikasi Jatim mencapai 75,16%. Dari 219.439 Kepala Keluarga (KK) yang teraliri listrik masih sekitar 129.522 KK, sehingga rasio elektrifikasinya di kisaran 59,02%.

Daerah yang rasio elektrifikasinya terendah adalah Madura akibat kurangnya jumlah KK di satu desa sementara jarak per desa juga cukup jauh.

Rasio elektrifikasi di Jatim tahun ini ditargetkan naik menjadi 77,16%. Karena itu, PLN akan menggenjot melalui berbagai program, diantaranya program lisdes dan percepatan penyambungan listrik untuk pelanggan baru.

Hingga saat ini total pelanggan PLN Distribusi Jatim mencapai 8,6 juta, pelanggan dengan daya 450 watt dan 900 watt cukup besar, yaitu mencapai 7.331.575 pelanggan. Sisanya, 1,3 juta, pelanggan merupakan golongan bisnis dan pemerintahan dengan daya di atas 6.600 watt.

Noerdajanto mengatakan meski TDL naik, pihaknya yakin tahun depan jumlah pelanggan naik hingga 500 pelanggan per tahun.

"Dengan kenaikan 500 ribu pelanggan per tahun, over kapasitas tegangan sebesar 4.100 megawatt bisa dikurangi lagi," terang dia.

 

Investor Daily

Penulis: ROS/FER

Sumber:Investor Daily