Kiri ke Kanan; Don Bosco M. Wangge Bupati Ende, Windue Nuryanti Wamendikbud Bidang Budaya, Bambang Widianto Setwapres dan Goenawan Muhammad perwakilan Yayasan Ende Flores

Website www.bungkarnodiende.com menampung semua informasi tentang sejarah pengasingan Bung Karno di Ende - Flores.

Jakarta - Revitalisasi 10 situs-situs bersejarah di Ende Flores oleh Kemdikbud dan Yayasan Ende Flores direncanakan rampung pada 26 Mei mendatang. Dan peresmiannya akan dilaksanakan pada hari lahirnya Pancasila 1 Juni mendatang oleh Wapres Budiono.

Taman Bung Karno dan rumah pengasingannya yang merupakan tempat lahirnya ideologi bangsa Indonesia telah menjadi fokus utama Kemdikbud.

"Perenungan Bung Karno di Taman bersejarah itu telah melahirkan butir-butir Pancasila yang menjadi dasar pemikiran negeri ini. Dengan begitu, kita ingin kawasan bersejarah di Ende ini bukan hanya menjadi situs, tetapi juga tempat ziarah bagi masyarakat Indonesia. Bahkan lebih baik lagi bila hari kesaktian Pancasila diperingati di Ende setiap tahunnya," ujar Goenawan Muhammad yang menjadi perwakilan dari Yayasan Ende Flores pada jumpa pers di Graha Utama Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Jumat (24/5).

Lebih lanjut lagi, selain merevitalisasi kawasan bersejarah di Ende, Kemdikbud juga meluncurkan website yang menampung semua informasi tentang sejarah pengasingan Bung Karno di salah satu Kabupaten NTT tersebut.

Website yang beralamat di www.bungkarnodiende.com juga mencakup informasi mengenai kabupaten Ende yang memiliki kekayaan alam dan budaya.

"Pada website ini terdapat segmen Jelajah, dimana pada segmen itu kita bisa melihat denah lengkap rumah pengasingan Bung Karno dan juga Taman Bung Karno. Bahkan kita bisa masuk melihat-lihat apa saja isi dari rumah tersebut. Dengan meng-klik barang-barang yang ada di dalam rumah dengan otomatis akan muncul keterangan yang berkaitan dengan sejarah barang-barang tersebut. Seperti biola kesayangan bung karno dan juga penjelasan mengenai lukisannya," jelas Bambang Widianto Setwapres Deputi Bidang Kesra dan Penanggulangan Kemiskinan.

Website ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak informasi mengenai kawasan-kawasan bersejarah di Ende kepada masyarakat luas.

Selain memperkenalkan website, pihak Kemdikbud juga memamerkan Kronika Bung Karno berukuran 3 x 10 m yang merupakan karya Eddy Susanto. Krokika tersebut memuat foto-foto Bung Karno pada masa sebelum kemerdekaan, yaitu dari sekitar tahun 1935 - 1942.

"Karya kronika ini termasuk upaya untuk kami untuk mensosialisasikan sejarah Bung Karno sebelum Kemerdekaan. Bahkan kita juga bikin aplikasi font tulisan Bung Karno. Jadi font ini bentuknya sesuai dengan tulisan-tulisan tangan Bung Karno pada saat di Ende. Karena terjadi beberapa perubahan gaya tulisan pada masa setelah kemerdekaan," ujar Taufik Rahzen kurator untuk Kronika Bung Karno.

Lebih lanjut lagi, Taufik mejelaskan pada saat posisi gelap gulita kronika tersebut akan menampakkan gambar lain dari Bung Karno, yakni 5 wajah Bung Karno dari saat dia masih muda hingga tahun pada masa kemerdekaan.

 

Penulis: Kharina Triananda/FER