Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri sangat tidak menerima hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) Bali.

"Tentu Bu Mega kecewa," kata Ketua DPP PDIP Trimedya Pandjaitan di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (27/5).

Ia menjelaskan, Mega tidak menyangka PDIP bisa mengalami kekalahan di Bali. "Tidak menyangka. Dari sembilan kabupaten, tujuh bupati berasal dari PDIP, tapi kami kalah di pilkada gubernur," jelas Trimedya.

Ia menduga ketujuh bupati tersebut terlalu percaya diri. "Saya kira terlalu over confident. Tujuh kabupaten itu kantung-kantung suara yang gemuk, tapi nyatanya kalah," ujar anggota Komisi III DPR RI ini.

Dia menambahkan, Mega memanggil ketujuh bupati pada Sabtu (25/5). "Yang saya tahu, Ibu Mega memanggil tujuh bupati itu. Isi pembicaraannya saya enggak tahu. Yang jelas itu udah bisa kita tangkap, kalau sampai dipanggil khusus tujuh bupati itu, itu yang agak beda," jelas Trimedya.

Seperti diketahui, kubu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut satu, Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) yang diusung PDIP secara tegas menolak hasil rekapitulasi suara KPU Bali. Mereka pun siap menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Perolehan suara yang berbeda tipis menimbulkan berbagai spekulasi. Efeknya kedua kubu pasangan cagub Bali saling klaim. Hasil rekapitulasi resmi dari KPU Bali kemarin menetapkan perolehan suara terbanyak Pilkada Bali dimenangkan pasangan nomor urut dua, Mangku Pastika-Sudikerta. Mereka mengantongi total suara 1.063.734 atau 50.02 persen. Sedangkan duet PAS hanya memperoleh suara 1.062.738 atau 49.98 persen.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6

Sumber:Suara Pembaruan