Pekanbaru - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Riau, hingga Rabu (29/5) pagi telah menerima 7 pasangan calon/wakil Gubernur Riau dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilangsungkan 4 September mendatang.

Pasangan yang mendaftar pada Rabu pagi, yakni pasangan Mambang Mit dan Jhon Erizal yang didukung Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 11 kursi di DPRD Riau.

Selain itu pasangan Lukman Edy dan Suryadi Khusaeni didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) dengan 10 kursi, dan pasangan independent Wan Abubakar dan Isjoni. Syarat mengajukan calon gubernur/wakil gubernur bagi parpol yang memiliki kursi di DPRD minimal 9 kursi, sedangkan partai non parlemen 15 persen dari jumlah suara.

Sebelumnya KPUD Riau telah menerima pasangan Herman Abdullah dan Agus Hidayat yang didukung Partai Gerindra, Partai Bulan Bintang (PBB), Hanura, Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Patriot, Partai Persatuan Nasional (PPN), serta PKBB dengan total suara 18,86 persen.

Sementara Annas Ma’amun – Arsyadjuliandi Rachman didukung Partai Golkar 15 kursi, Indra Muchlis Adnan – Aziz Zaenal didukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan partai-partai non parlemen, pasangan Achmad – Masrul Kasmi didukung Partai Demokrat dan Partai Bintang Reformasi (PBR) yang memiliki 10 kursi di DPRD Riau.

Ketua KPUD Provinsi Riau, Edi Sabli, mengatakan, semua pasangan yang didukung partai politik telah diteliti memenuhi syarat untuk diajukan sebagai calon Gubernur Riau. Namun, masih ada proses berikutnya yang harus dilalui antara lain tes kesehatan yang mencakup jasmani dan rohani.

Sementara itu, Mambang Mit yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Riau, Selasa siang mendukung pasangan Achmad-Masrul Kasmi dengan memberikan rekomendasi ke KPUD Riau bersama Sekretaris DPD Demokrat Kokoh Iskandar. “Kita harus mengamankan pasangan yang mendapat restu dari DPP. Kita menghargai hal itu,” ujarnya kepada SP.

Namun tidak sampai satu jam, Mambang mengadakan jumpa pers, dan secara mengejutkan dia menyatakan mengundurkan diri sebagai Ketua DPD Demokrat Riau, dan akan maju sebagai calon gubernur.

Mambang merasa diperlakukan tidak adil oleh DPP. Selaku ketua DPD, seharusnya dia yang memperoleh perhatian dari DPP, namun DPP merekomendasikan Achmad yang maju sebagai calon gubernur.

Dia mengungkapkan, Achmad selaku Ketua DPC Demokrat Rokan Hulu tidak pernah berkonsultasi dan berkomunikasi kepadanya. Padahal posisi Mambang selaku ketua DPD adalah atasan Achmad dalam partai. “Yah sekarang kita ambil hikmahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Bawaslu Riau diperoleh penjelasan Rabu pagi, sampai saat ini dana bagi Bawaslu masih belum cair. Karena Pemprov Riau masih belum mempunyai Sekda akibat terjadinya kekosongan selama lebih dari 2 bulan.

Ketua Bawaslu Riau, Edy Syarifuddin mengungkapkan, jika dana yang diperlukan sebesar Rp 10 miliar tidak juga cair, kemungkinan pemilihan gubernur Riau akan ditunda. Sebab tidak mungkin, Bawaslu bekerja tanpa didukung dana.

Suara Pembaruan

Penulis: MUL/WBP

Sumber:Suara Pembaruan