Sejumlah siswa pulang sekolah sambil mengusung beras untuk keluarga miskin (Raskin).

Jakarta - Kartu perlindungan sosial sebagai identitas bagi penerima kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan dikirimkan PT Pos Indonesia ke seluruh daerah mulai tanggal 6 Juni mendatang. Direncanakan kartu tersebut disiapkan untuk 15,5 juta kepala keluarga.

“Penerima kartu ini akan mendapatkan Bantuan Langsung Sementara Rakyat (BLSM), Bantuan Siswa Miskin (BSM), beras miskin (raskin), dan program keluarga harapan (PKH),” kata Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Bambang Widianto, di Jakarta seperti dirilis, Kamis (30/5).

Kartu tersebut akan merekam semua bantuan yang diterima. Hal ini dilakukan agar pemberian kompensasi tidak salah sasaran.

Bambang menambahkan PT Pos harus mengirimkan kartu-kartu tersebut secara langsung. Masing-masing program tersebut sendiri akan dipantau oleh kementerian terkait dengan koordinasi dari Kementerian bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemkesra).

Dengan kenaikan BBM pada Juni ini, pemerintah menaikkan kuota program proteksi sosial tersebut misalnya raskin yang awalnya diberikan 12 kali sebulan menjadi 15 kali sebulan. Sementara untuk PKH akan dinaikkan dari Rp 1,4 juta per keluarga menjadi Rp 1,8 juta per keluarga. Untuk BLSM akan diberikan Rp 150 ribu per bulan untuk lima bulan.

“BLSM akan diberikan untuk lima bulan dengan periode pembayaran dua kali, yang pertama per dua bulan sekali dan terakhir per tiga bulan sekali,” kata dia lagi.

Sedangkan sasaran BSM yang awalnya untuk delapan juta siswa dinaikkan menjadi 18 juta siswa di sekolah negeri dan madrasah.

Penulis: Ezra Sihite/AF