Ilustrasi kecelakaan mobil yang dipasangi garis polisi.

Batubara - Tabrakan beruntun terjadi antara minibus dan truk di Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, menewaskan empat orang dan mengakibatkan empat lainnya luka berat.

Peristiwa yang terjadi antara minibus Koperasi Usaha Pinggir Jalan Sumatera Utara (KUPJ) Tour Medan dengan pelat BK 7031 FY dan truk Fuso BK 8921 BA dan truk tronton box bernomor polisi BL 9554 A terjadi pada Jumat (31/5) malam sekitar pukul 19.00 WIB di sekitar 140 kilometer dari Medan, Sumatera Utara.

Korban luka tersebut kini menjalani perawatan medis di rumah sakit di Limapuluh.

Bahkan, kondisi dua di antara korban kecelakaan itu sangat mengkhawatirkan, termasuk sopir minibus KUPJ bernama Juni Sipayung (38).

Menurut keterangan penumpang yang selamat dari musibah maut itu, Robin Silaen (22), minibus KUPJ melaju dari Medan dengan tujuan Kabupaten Asahan.

Sepanjang perjalanan, Juni Sipayung mengemudikan bus itu dengan kecepatan yang sangat tinggi. Penumpang sudah mengingatkan supir itu untuk tidak ugal - ugalan saat mengemudikan bus di jalanan.

"Dia tidak mengindahkan permintaan para penumpang. Sangat kelihatan sekali, sopir itu sok jago saat mengemudikan bus yang dibawa. Dia tidak mengutamakan teguran dan keselamatan penumpang. Di Simpang Gambus, kejadian yang tidak diinginkan tak dapat terelakkan. Ini terjadi ketika sopir itu mencoba melewati truk di depannya," ujarnya.

Kepala Unit Laka Lantas Polres Asahan Ipda Pol MP Pardede menyampaikan, bus KUPJ Tour yang dikemudikan Juni Sipayung mencoba mendahului truk tronton box nomor polisi BL 9554 A.

Tronton ini dikemudikan oleh Muhammad Ali, yang turut menjadi saksi dalam kecelakaan tersebut. Juni Sipayung tidak merinci jarak saat melalui truk itu.

"Begitu Juni Sipayung mencoba mendahului tronton yang dikemudikan Muhammad Ali, langsung dihantam truk Fuso BK 8921 BA yang datang berlawanan. Truk Fuso itu dikemudikan oleh Jumali. Bus KUPJ itu pun kembali ditabrak tronton yang dibawa Muhammad Ali dari belakang. Benturan keras itu sontak membuat geger masyarakat sekitar," jelasnya.

Pardede menambahkan, kondisi bus KUPJ mengalami rusak berat. Bahkan, atas bagian atas bus tersebut, terangkat ke atas akibat hantaman truk dari depan dan belakang.

Tidak seperti dua truk yang menghantamnya itu, terlihat hanya mengalami kerusakan di bagian depan. Kedua supir truk yang kecelakaan itu juga terluka. Bus dan truk itu pun sudah diamankan polisi.

Suara Pembaruan

Penulis: 155/FEB

Sumber:Suara Pembaruan