Ilustrasi hutan.

Jakarta - Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia tahun 2013 berlangsung Senin (10/6) di Istana Negara, Jakarta. Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhonono memimpin acara tersebut dengan memberikan sambutan dan penghargaan di bidang lingkungan untuk para pihak yang telah berusaha dalam upaya pelestarian dan perlindungan lingkungan hidup. Penghargaan disampaikan kepada individu, kelompok maupun perwakilan pemerintah daerah seperti, Penghargaan Kalpataru, Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah Terbaik, Anugrah Adipura, dan Adiwiyata Mandiri.

Menteri Lingkungan Hidup, Prof Dr Balthasar Kambuaya, MBA dalam laporannya menyampaikan “Peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini, Indonesia mengusung tema “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan”, tema ini bertujuan untuk menggugah kesadaran kita semua dan masyarakat luas atas pentingnya menyikapi pemanfaatan sumber daya alam termasuk penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta pemanfaatan bahan makanan secara bijak.“

Makna mendasar dari tema ini adalah urgensi seluruh umat manusia, baik secara individu, kelompok maupun negara, untuk mengubah pola konsumsi dan produksi atau gaya hidup menuju perubahan perilaku yang berkelanjutan. Tema tersebut selaras dengan tema yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan Hidup Dunia, United Nations Environment Programme (UNEP), yaitu “Think.Eat.Save”.

Hasil studi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2012 menunjukkan bahwa Indeks Perilaku Peduli Lingkungan (IPPL) masih berkisar pada angka 0,57 (dari angka mutlak 1). Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat kita belum berperilaku peduli lingkungan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Perilaku konsumsi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhannya, 49,3 persen berupa bahan makanan yang berasal dari luar daerahnya. Kondisi ini tentunya akan memberikan dampak bagi lingkungan seperti meningkatnya emisi karbon kegiatan pengangkutan bahan makanan tersebut dari daerah asal ketempat tujuan.

Dari enam indikator perilaku: konsumsi energi, membuang sampah, pemanfaatan air bersih, pemanfaatan bahan bakar, penyumbang emisi karbon dan perilaku hidup sehat, nilai terburuk adalah perilaku pemanfaatan bahan bakar yaitu level 0.28.

Pada kesempatan ini diserahkan pula kepada Presiden RI, Status Lingkungan Hidup Indonesia (SLHI) Tematik Tahun 2012 yang memuat informasi penting mengenai kecenderungan kualitas lingkungan dan perkembangan kapasitas pengelolaannya. Pada SLHI ini, Kebijakan program dan kegiatan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup walaupun belum memuaskan, mulai menunjukkan kecenderungan positif.

Berdasarkan pemantauan hingga tahun 2012, beberapa parameter kualitas lingkungan hidup mulai menunjukan perbaikan seperti pada kualitas air dan udara, laju deforestasi dan status terumbu karang.

Penghargaan Kalpataru disampaikan kepada individu maupun kelompok masyarakat yang dinilai sebagai pejuang pelestarian lingkungan oleh Dewan Pertimbangan Kalpataru yang dipimpin oleh Bapak Ismid Hadad. Penghargaan ini diberikan kepada 5 orang Perintis Lingkungan, 3 orang Pengabdi Lingkungan, 5 Kelompok Penyelamat Lingkungan serta 3 orang Pembina Lingkungan.

Evaluasi kebersihan dan keteduhan kota melalui Program Adipura juga memberikan pengaruh signifikan pada peningkatan kinerja pengelolaan lingkungan perkotaan. Pada tahun 2013 Program Adipura diikuti oleh 374 kabupaten/kota. Jumlah kota penerima penghargaan Adipura meningkat dari tahun 2012 sebanyak 125 kota menjadi 149 kota. Tahun 2013 ini diberikan 7 Anugerah Adipura Kencana bagi kota yang upayanya melampaui batas pencapaian dari segi pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan tanah, perubahan iklim, sosial, ekonomi serta keanekaragaman hayati dan 33 kota yang menerima Adipura untuk pertama kalinya dan 109 kota menerima Anugerah Adipura.

Pada tahun 2013 ini dilakukan evaluasi Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Tahun 2012 dari 30 Pemerintah Provinsi dan 282 Pemerintah Kabupaten/Kota. Penyusun SLHD Tahun 2012 terbaik yang mendapatkan piala untuk kategori Provinsi adalah Jambi, Sumatera Barat, dan DKI Jakarta. Untuk kategori Kabupaten/Kota diberikan kepada Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Gianyar.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan memberikan penghargaan kepada sekolah berbudaya lingkungan melalui Program Adiwiyata. Dewan Pertimbangan Adiwiyata yang diketuai oleh Bapak Arief Rahman, menetapkan peraih penghargaan Adiwiyata Mandiri kepada 120 sekolah.

Pada kesempatan ini pula, Presiden Republik Indonesia menyerahkan secara langsung 18 peraih penghargaan Kalpataru, 7 Anugerah Adipura Kencana dan 33 kota yang menerima Anugerah Adipura untuk pertama kalinya, 22 sekolah Adiwiyata Mandiri dan 6 penghargaan kepada Penyusun SLHD Tahun 2012 terbaik. Presiden juga berkesempatan menandatangani Sampul Hari Pertama Perangko Seri Peduli Lingkungan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2013.

Sebagai rangkaian puncak peringatan HLH 2013 ini, Menteri Lingkungan Hidup akan membuka pameran untuk edukasi anak-anak dengan tema “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan” yang mulai 10 Juni -14 Juni 2013 bertempat di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup. Pameran ini akan ditujukan untuk anak-anak dan masyarakat umum.

Pada tanggal 10 Juni 2013 ini pula, diselenggarakan Malam Anugerah Lingkungan di Hotel Bidakara, Jakarta. Menteri Lingkungan Hidup akan menyerahkan secara langsung penghargaan 18 Nominator Kalpataru, 39 kota penerima sertifikat Adipura, 109 kota penerima Anugerah Adipura dan 19 kota penerima plakat Adipura, 98 penerima penghargaan Adiwiyata dan 20 plakat kepada penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) terbaik yang terdiri dari 3 provinsi dan 17 kabupaten/kota.

Penulis: Teddy Kurniawan

Sumber:PR