Sejumlah terdakwa anggota Kopassus penyerang tahanan Lapas 2B tiba di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, Yogyakarta, Kamis (20/6).
Sejumlah polisi, TNI, dan mobil Gegana Polda Daerah Istimewa Yogyakarta bersiaga di halaman Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, Yogyakarta, Kamis (20/6).

Yogyakarta - Sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan, digelar di Pengadilan Militer Yogyakarta, hari ini, Kamis (20/6). Komandan Detasmen POM IV/2 Yogyakarta, Letkol Jefridin mengatakan, tersangka yang sebelumnya berada di Pomdam Semarang telah dipindah ke Yogyakarta kemarin, Rabu (19/6) dan dititipkan di Denpom IV/2 Yogyakarta.

Letkol Jefridin juga mengatakan, sebelum diterima, sesuai SOP, tahanan harus melalui pemeriksaan kesehatan dan dipastikan dalam kondisi sehat. Para tersangka akan dititipkan di Denpom Yogyakarta selama proses persidangan berlangsung, dan tidak akan dipindah sebelum seluruh persidangan selesai. Selama di tempatkan di Denpom Yogya, keluarga diperbolehkan menjenguk sesuai dengan jam besok.

Keduabelas oknum anggota Kopassus ini terkait penyerangan di LP Cebongan yang terjadi pada 23 Maret 2013. Serangan itu menewaskan empat tahanan yaitu Angel Sahetapi (31), Adrianus Candra Galaja (33), Gameliel Yermiayanto Rohi (29), dan Yohanes Yuan (38). Empat tahanan titipan Polda DIY tersebut semula diduga terlibat atas tewasnya anggota Grup 2 Kopassus, Serka Heru Santoso, pada 19 Maret 2013.

Oditur Militer dengan 38 penyidik terdiri tiga perwira Pusat Polisi Militer (Puspom) dan 35 dari Detasemen Polisi Militer (Denpom) wilayah Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta, mendakwa 12 terdakwa kasus Lapas Cebongan dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal tersebut memuat dakwaan tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun.

Dari 12 orang anggota Kopassus Grup 2, Kandang Menjangan, Kartosuro terdakwa kasus penyerbuan Lapas Cebongan, sebanyak sembilan orang didakwa dengan pasal pembunuhan berencana. Mereka antara lain, Serda Ucok Tigor Simbolon, Sertu Tri Juwanto, dan Serma Rokhmadi.

Pasal dakwaan diterapkan berbeda kepada masing-masing terdakwa. Serda Ucok bersama dua rekannya dikenai dakwaan primair Pasal 340 KUHP yo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP, dengan dakwaan subsidair Pasal 338 KUHP yo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP, Pasal 351 (1) yo ayat (3) KUHP yo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP dan Pasal 103 ayat (1) yo ayat (3) ke-3 KUHPM.

Sertu Tri Juwanto dan keempat rekannya dakwaan Primair Pasal 340 KUHP yo Pasal 56 ke-1 KUHP. Sedangkan dakwaan Subsidair dikenai Pasal 338 KUHP yo Pasal 56 ke-1 KUHP, Pasal 351 (1) yo ayat (3) KUHP yo Pasal 56 ke-1 KUHP dan Pasal 170 ayat (1) KUHP.

Serda Ikhmawan dakwaan Primairnya dikenakan Pasal 340 KUHP yo Pasal 56 ke-2 KUHP dengan dakwaan Subsidair Pasal 338 KUHP yo Pasal 56 ke-2 KUHP, Pasal 351 (1) yo ayat (3) KUHP yo Pasal 56 ke-2 KUHP. Adapun Serma Rokhmadi beserta dua orang lainnya dikenai Pasal 121 ayat (1) KUHPM yo 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Letkol Jefridin menyatakan tidak mengedepankan pengamanan khusus kepada 12 tahanan tersangka Cebongan yang dititipkan kepadanya. “Meskipun pasukan khusus, pengamanannya tidak terlalu khusus. Normatif saja biasa,” katanya.

Terpisah, Komando Distrik Militer (Kodim) Bantul menerjunkan kekuatan pengamanan sebanyak satu satuan setingkat kompi atau setara dengan 100 personel untuk kelancaran sidang. Adapun Polres juga menyiapkan 200 personel untuk pengamanan.

“Pengadilan Militer masuk wilayah Bantul dan menjadi kewajiban kami memberikan pengamanan untuk jalannya sidang. Sekitar kekuatan 1 SSK kami siapkan,” kata Dandim Bantul Letkol (Kav) Dedy Setiawan.

Dedy menambahkan kekuatan yang diterjunkan merupakan personel berseragam dan akan memegang wilayah pengamanan di ring tiga atau luar. Sedang Polres Bantul menerjunkan sebanyak 200 anggota terdiri dari satuan sabhara, lantas, reskrim dan intelkam.

Lihat Juga Video Terdakwa Kasus Cebongan Dikenai Pasal Pembunuhan Berencana

Suara Pembaruan

Penulis: 152/NAD

Sumber:Suara Pembaruan