Gedung MPR/DPR RI.

Jakarta - Rapat DPP PDI Perjuangan yang dilaksanakan Kamis (20/6), belum membuat keputusan soal sosok yang akan diajukan menjadi Ketua MPR yang baru, menggantikan mendiang Taufiq Kiemas yang wafat beberapa waktu lalu.

"Belum ada keputusannya," kata Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pertahanan dan Luar Negeri, Andreas Hugo Pareira, di Jakarta, Kamis (20/6) malam.

Andreas menyatakan publik sebaiknya bersabar mengunggu keputusan itu dikeluarkan oleh pimpinan partainya. Sebab hal demikian membutuhkan waktu dan pertimbangan yang mendalam.

"Lagi pula kita masih ada waktu sebelum membuat keputusan sampai 8 Juli mendatang," kata Andreas.

PDI Perjuangan melaksanakan rapat itu di kantor DPP PDI Perjuangan, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Dihadiri para elit partai seperti Sekjen Tjahjo Kumolo dan Wasekjen Ahmad Basarah.

Beberapa nama yang dinominasikan adalah Wakil Ketua DPR Pramono Anung Wibowo, Sekjen PDIP sekaligus Anggota Komisi I DPR Tjahjo Kumolo, Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani, Politisi Senior dan Anggota DPR PDIP Sidharto Dhanusubroto, dan M.Prakosa.

Pramono Anung diketahui sudah menyatakan dirinya agak merasa berat bila harus menjadi Ketua MPR.

"Saya terus terang tidak 'mikir' jadi Ketua MPR. Walau dulu memang saya ketua tim Pak TK saat maju (jadi calon ketua MPR),” kata Pramono Anung, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/6).

Para pengamat politik sejauh ini menjagokan Tjahjo Kumolo sebagai calon pengganti Taufiq Kiemas di jabatan itu.

Kewenangan lembaga MPR sangat tinggi dari melantik presiden, memakzulkan presiden dan wapres dalam masa jabatannya, memilih presiden dan wapres jika terjadi kekosongan, hingga merubah UUD 1945.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho