Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri membekuk sembilan pemuda yang menjadi kurir sindikat narkoba lintas pulau. Para tersangka yang masih berusia sekitar 22 hingga 28 tahun ini kedapatan membawa 28.000 butir pil ekstasi yang akan dibawa dari Medan, Sumatera Utara menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Dari pengungkapan ini kami menangkap kurir-kurirnya yang berjumlah sembilan orang tersangka dengan barang bukti sekitar 28.000 butir pil ekstasi dengan berbagai macam logo dan warna, lebih banyak pink dengan logo AM. Masing-masing dari mereka membawa sekitar 1.200 hingga 1.500 pil ekstasi," papar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Arman Depari dalam konferensi pers di kantornya, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (20/6) malam.

Dikatakan Arman, berdasarkan pemeriksaan sementara, barang-barang haram tersebut berasal dari Malaysia dengan menggunakan kapal laut menuju Tanjung Balai, Sumatera Utara, untuk selanjutnya ke Medan melalui jalur darat.

Barang-barang haram tersebut kemudian dibagikan kepada masing-masing tersangka yang diketahui berinisial YDF, YDP, FON, SS, AP, AM, HI, MF, dan ASS.

"Satu tersangka berinisial ASS ini sebagai gudang atau sumber barang," katanya.

Dari Medan, kata Arman, delapan tersangka menggunakan penerbangan domestik menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, dan melanjutkan penerbangan ke Banjarmasin. Untuk mengelabui petugas, para tersangka menyembunyikan barang-barang haram itu di dalam celana dalam atau yang biasa disebut boxer dan dilapisi celana renang.

"Modus yang mereka lakukan dalam pengiriman ekstasi antarpulau ini, menggunakan teknik body wraping, atau melilitkan barang bukti dalam tubuh, dan menyembunyikan ekstasi ini di celana dalam atau pakaian dalam jenis boxer. Setelah ditempelkan, mereka pakai celana renang, sehingga barang bukti yang mereka bawa tersimpan rapi dalam tubuhnya saat masuk ke pesawat. Kenyataannya tidak terdeteksi peralatan-peralatan yang ada di bandara, oleh karena lebih banyak digunakan untuk metal detector," papar Arman.

Arman menuturkan sembilan tersangka kurir sindikat ini ditangkap di dua tempat berbeda. ASS ditangkap pada Senin (18/6) lalu, di Jalan Amal Komplek Perwira Ujung Kecamatan Sunggal, Kabupaten Medan Utara, Sumatera Utara, sekitar pukul 17.45 WIB.

Dari tangan tersangka, petugas menyita 10.000 butir ekstasi berwarna coklat muda tanpa logo. Delapan tersangka lainnya ditangkap pada hari yang sama sekitar pukul 18.00 WIB di Hotel Emerald Garden, Jalan Yos Sudarso nomor I, Medan. Barang bukti yang disita yakni 18.000 butir ekstasi logo AM, berwarna oranye.

"Mereka ditangkap saat transaksi narkotika," jelas Arman.

Rencananya, sebagian besar barang haram itu akan diedarkan di wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Surabaya, Jakarta, dan Kota Medan sendiri," ungkapnya.

Arman mengungkapkan, sebagian besar para tersangka sudah lebih dari sekali mengirimkan ekstasi antar pulau. Bahkan, bsalah seorang tersangka mengungkapkan sudah 17 kali mengirimkan barang haram. Mereka diupah Rp 10 juta untuk setiap pengiriman.

"Dalam sebuah mengirim dua atau tiga kali, dengan upah Rp 10 juta rupiah per sekali antar," ungkapnya.

Para tersangka yang saat ini mendekam di sel tahanan Direktorat Narkoba dijerat UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara minimal enam tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Suara Pembaruan

Penulis: F-5

Sumber:Suara Pembaruan