Seorang warga menunjukan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) di Tangerang, Banten.

Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian (Menkoperek), Hatta Rajasa, mengatakan pada 1 Juli mendatang penyaluran kartu perlindungan sosial diharapkan sudah selesai di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Sosialisasi dan mekanisme kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun ini menurut Hatta lebih tertib dibandingkan tahun 2005 dan tahun 2008.

"Pada tanggal 1 Juli diharapkan seluruh kabupaten/kota seIndonesia sudah tersalurkan," kata Hatta di kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (24/6).

Penggunaan kartu ini, kata dia, akan lebih tertib dan pengambilan dengan sistem kartu akan lebih efisisen dibandingkan sistem kupon karena tidak bisa dipindahtangankan dan diperjualbelikan.

"Kalau sekarang, kalaupun ada ketidaktepatan sasaran jumlahnya kecil sekali dibandingkan dengan 15,5 juta kartu," kata dia lagi.

Kartu tersebut antara lain bisa digunakan untuk beras miskin dan bantuan langsung sementara masyarakat. Sementara untuk kenaikan harga bahan-bahan pokok Hatta meminta media memantau agar jangan terjadi berbagai spekulasi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun sejauh ini kenaikan harga menurutnya masih dalam batas normal.

"Memang ada kenaikan karena memang menjelang puasa, menjelang Lebaran tapi kita akan tetap tidak ada unsur spekulasi," kata dia lagi.

Penulis: Ezra Sihite/AF