Ilustrasi peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan.

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan penghargaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada tiga penggiat antinarkotika nasional pada puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2013 di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/6).

Para penerima adalah KH Syahruddin (Yayasan Bani Syifa Bendung Baru Pamarayan, Banten), Pendeta Muda Loa Irawan Stefanus (Yayasan Penuai Indonesia Cianjur, dan Muhammad Trihardana (Yayasan Pondok Rehabilitasi Tetirah Dzikir Yogyakarta).

“Teruslah mengabdi dan memeberikan contoh dan teladan. Teruslah menyelamatkan kehidupan saudara-saudara kita,” kata Kepala Negara.

Peringatan bertema “Global Action For Healthy Communities Without Drugs” atau “Aksi Global untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat Tanpa Narkoba” dihadiri Ketua DPR RI Marzuki Alie, Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar, jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, dan para penggiat antinarkoba.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara secara khusus memberikan apresiasi atas kerja keras Badan Narkotika Nasional (BNN) dan para penerima penghargaan dalam usahanya memberantas narkoba di Tanah Air.

“Bahaya narkoba tetap besar, baik di tingkat dunia maupun nasional. Banyak kerja sama kawasan dan global, tetapi ancaman tetap nyata. Cegah dan berantas penggunaan narkoba,” kata Presiden.

Lihat Juga Video 4 Juta Pengguna Narkoba Berada di Indonesia

Investor Daily

Penulis: Nov/AF

Sumber:Investor Daily