Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto (kiri) dan Hary Tanoesoedibjo (kanan), Capres dan Cawapres dari Partai Hanura.

Jakarta - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto dan Ketua Dewan Pakar Hanura Hary Tanoesudibjo (HT) telah dideklarasikan diri sebagai calon presiden dan calon wakil presiden (cawapres).

Menurut politikus Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul, pasangan Wiranto-HT akan rentan mendapatkan serangan politik. Namun, Ruhut menyatakan Hanura memiliki hak untuk mendeklarasikan capres-cawapres lebih awal.

"Itu hak demokrasi Hanura mau deklarasi. Tapi semua tahu konsekuensinya, Wiranto-HT harus siap ditelanjangi. Karena semua orang sudah tahu pasangan itu, rentan diserang politik," kata Ruhut di gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/7).

Menurutnya, Wiranto-HT merupakan pasangan nekad. Pasalnya, Hanura harus mendapatkan 20 persen suara lebih untuk agar bisa mengusung secara resmi Wiranto-HT.

"Hanura harus dapat kursi banyak di DPR. Pasangan mereka kan mereka dengan mereka. Ke depannya Wiranto-HT mesti komit. Jangan telan ludahnya kembali. Artinya pecah kongsi ketika pilpres," ujar anggota Komisi III DPR ini.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6/FMB

Sumber:Suara Pembaruan