Hasil Pilkada Walikota Bandung Digugat

Hasil Pilkada Walikota Bandung Digugat
Sejumlah pekerja mengangkat kotak suara. ( Foto: Antara )
/ YUD Selasa, 2 Juli 2013 | 18:21 WIB

Bandung - Gugatan hukum terhadap hasil Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilkada) Bandung 2013-2018 resmi diajukan oleh enam pasang calon melalui kuasa hukumnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ya, tadi sekitar jam 11.00 WIB gugatan telah kami daftarkan ke MK," kata kuasa hukum keenam pasang calon, Rafael Situmorang, Selasa (2/7).

Ke-enam pasangan tersebut adalah Edi Siswadi-Erwan Setiawan, Wahyudin Karnadinata-Toni Apriliani, Wawan Dewanta-M Sayogo, Ayi Vivananda-Nani Suryani, Budi Setiawan-Rizal Firdaus, dan Bambang Setiadi-Alex Tahsin.

Menurut dia, setelah dilayangkan gugatan ke MK maka pihaknya tinggal menunggu jadwal persidangan yang menurut rencana akan diketahui dalam tiga hari mendatang.

Ia menegaskan bahwa dasar pengaduannya itu adalah dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan terencana dalam Pilkada Kota Bandung yang berlangsung tanggal 23 Juni 2013 lalu.

Dikatakan dia, dugaan praktik politik uang, kampanye hitam, dan kampanye di luar jadwal dinilai pihaknya sebagai contoh pelanggaran yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan terencana.

"Ya, karena salah satunya dilakukan dengan melibatkan aparat RW, dan itu terjadi di seluruh kecamatan," katanya.

Pihaknya menilai banyaknya surat suara yang rusak sebagai bagian dari pelanggaran serupa dan dugaan kampanye di luar jadwal yang dilakukan salah satu pasangan calon turut memperkuat tuduhannya itu.

Ia menuturkan, memiliki banyak saksi dan bukti terkait tuduhannya itu.

"Kami memiliki saksi di setiap kecamatan. Sedangkan untuk bukti, salah satunya kami memiliki uang tunai yang digunakan untuk money politic," kata dia.

Dalam rapat pleno beberapa waktu lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung telah menetapkan pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial sebagai pemenang Pilkada Kota Bandung dari tujuh pasangan lainnya hanya pasangan M Iswara-Asep Dedy Ruyadi yang menerima hasil rekapitulasi penghitungan suara KPU tersebut.

Sumber: Antara
CLOSE