Salah satu proses e-KTP melalui pindai mata

Jakarta - Sebagai pembina persandian nasional, Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Sandiman di Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan, Kamis (4/7)yang ditujukan untuk mengkomunikasikan kebijakan nasional di bidang persandian yang telah dirumuskan oleh Lemsaneg untuk diketahui dan dilaksanakan oleh setiap Kementerian/Lembaga Pusat maupun daerah yang menyelenggarakan persandian.

Sharing Knowledge/Informasi isu-isu aktual di bidang jaminan keamanan informasi yang menjadi kebijakan pemerintah maupun mendiskusikan program-program di bidang persandian yang akan dilaksanakan oleh organisasi persandian mulai dari Lemsaneg sampai dengan seluruh pelaksana (Unit Teknis Persandian) dalam sebuah sistem, juga menjadi tujuan dari kegiatan tersebut.

Peserta kegiatan ini adalah para Pegawai yang bekerja/bertanggung jawab di bidang pengamanan informasi dari berbagai instansi antara lain perwakilan pegawai negeri sipil pemerintah pusat dan daerah, TNI (AD, AL, AU), POLRI, dan Perwakilan BUMN.

Salah satu acara dalam kegiatan Pembinaan Persandian tersebut yaitu seminar tentang penyelenggaraan e-KTP. Munculnya e-KTP merupakan solusi terhadap kondisi data kependudukan yang sulit dilacak, mudah dipalsukan, munculnya KTP ganda sehingga perlunya menerbitkan e-KTP tunggal dan berlaku secara nasional dengan database kependudukan dilakukan secara terpusat.

Hadir dalam acara ini para pembicara dari Kementerian Dalam Negeri Husni Fahmi, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dwidharma Priyasta serta Akhmad Toha, dari Lemsaneg.

“Tujuan penerapan e-KTP adalah untuk membangun sistem administrasi kependudukan yang komprehensif dan terintegrasi secara nasional,” jelas Dr Husni Fahmi, narasumber dari Ditjen Dukcapil Kemendagri mengawali paparan.

Paparan selanjutnya Akhmad Toha menjelaskan bahwa Lemsaneg juga membantu melakukan evaluasi dan penilaian teknis di bidang kriptografi pada perangkat keras, perangkat lunak, sistem dan blangko Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional.

Peran Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) menjaga keamanan secara menyeluruh, dan Pemerintah yang memberikan jaminan terhadap keamanan e-KTP. Lemsaneg selalu memberikan asistensi teknis di bidang kriptografi dalam penyusunan dan penyempurnaan standar dan spesifikasi pada perangkat keras, perangkat lunak dan blangko Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional.

Pada kesempatan yang sama, Dwidharma Priyasta dari BPPT menjelaskan mengenai Keamanan Smart Card Reader yang mendukung mutual authentication sehingga data pada e-KTP sulit untuk digandakan.

Penulis: Teddy Kurniawan

Sumber:PR