Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutannya pada acara peresmian pembukaan Kongres XXI Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Kongres Guru Indonesia 2013 di Istora, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7).

Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) periode 2008-2013 Sulistiyo kembali terpilih menjadi Ketum PB PGRI untuk periode 2013-2018. Sulistiyo terpilih secara aklamasi dalam Kongres PGRI XXI yang digelar di Jakarta pada 1-5 Juli 2013.

“Saya merasa terharu, karena baru kali ini ada kongres PGRI yang ketua umumnya terpilih secara aklamasi. Tidak ada satu pun pengurus provinsi dan kabupaten/kota yang tidak menghendaki,” kata Sulistiyo di Jakarta, Sabtu (6/7).

Sulistiyo dipilih oleh total 903 suara pengurus PGRI provinsi dan kabupaten/kota. Dalam kongres tersebut juga dipilih tujuh ketua dan satu sekretaris jenderal. Nantinya sembilan formatur (ketua umum, tujuh ketua, dan sekjen) akan menyusun kepengurusan PGRI.

Sulistiyo mengatakan, ia memiliki tiga fokus utama sebagai ketua umum terpilih. Pertama, memperkuat internal organisasi terutama kepada keanggotan, peningkatan kinerja pengurus, keuangan atau pendanaan organisasi, serta meningkatkan peran strategis dari dewan kehormatan guru. Dia mengatakan, dalam periode kali ini, PGRI berniat membuka badan usaha untuk mendukung pendanaan PGRI. Kedua, PGRI akan memfokuskan kepada peningkatan kompetensi dan penegakkan kode etik guru. Ketiga, dia berjanji PGRI akan memastikan hak-hak guru bisa diterima dengan baik serta aspirasi guru tersampaikan.

“Jadi tidak ada lagi yang mengatakan PGRI tidak ada manfaatnya,” tandas Sulistiyo.

Sulistiyo mengungkapkan PGRI dalam masa kepemimpinannya juga akan merenovasi Gedung PGRI dengan kebutuhan dana sekitar Rp 20 miliar. Gedung PGRI akan diubah menjadi hotel serta pusat pendidikan dan pelatihan bagi para guru. “Saat ini kami baru memiliki uang Rp 4,5 miliar. Nanti kekurangannya akan dicari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah Kongres PGRI XXI Sugito mengatakan Sulistiyo terpilih dari 134 calon ketua umum. Formatur PGRI terdiri dari satu ketua umum, tujuh ketua, dan satu sekjen sudah dilantik di depan peserta kongres.

“Anggota PGRI punya harapan bukan hanya kepada ketum tapi seluruh pengurus besar agar mampu memperjuangkan nasib dan hak-hak guru. Selain itu, meningkatkan martabat guru,” kata Sugito yang juga terpilih menjadi salah satu ketua.

Instruksi Presiden

Dalam Kongres PGRI XXI juga dibahas tentang sistem desentralisasi pendidikan. Ketum PB PGRI Sulistiyo mengungkapkan, sistem desentralisasi banyak ekses negatif sehingga harus diatasi. Oleh karena itu, Presiden sudah menginstruksikan kepada menteri dalam negeri dan menteri pendidikan dan kebudayaan untuk merumuskan solusi desentralisasi pendidikan dan guru honorer.

“Saya menyaksikan sendiri, Presiden SBY memberi instruksi sangat tegas dan harus ditindaklanjuti dan dilaporkan ke Presiden oleh kedua menteri itu,” ujar Sulistiyo.

Terkait Kurikulum 2013, Sulistiyo menilai persiapan belum maksimal karena sampai saat ini guru belum menerima dokumen kurikulum dan buku. Pelatihan guru kelas dan guru mata pelajaran juga baru akan dimulai, padahal pelaksanaan Kurikulum 2013 sudah sangat mepet, pada 15 Juli 2013.

“Intinya, pemerintah jangan membiasakan melakukan perubahan dengan cara tidak sistematis,” katanya.

Menurut Sulistiyo, PGRI juga meminta pemerintah mengkaji sistem Ujian Nasional (UN). UN justru mendorong terjadinya ketidakjujuran dan jiwa manipulatif dari siswa dan guru.

“Sekarang setelah sekolah diberi bobot 40 persen nilai, mulai ada tanda-tanda sekolah menaikkan nilai siswa dengan tujuan menolong siswa,” ujar Sulistiyo.

Suara Pembaruan

Penulis: C-5/NAD

Sumber:Suara Pembaruan