Warga mulai membenahi dan mengumpulkan kayu yang masih digunakan dari rumah yang rusak akibat gempa di Desa Bahgie Kec. Bebesen, Kab. Aceh Tengah, Aceh Aceh.

Banda Aceh - Tiga Desa di Kecamatan Ketol dan Kecamatan Kute Penang yang amblas kedasar tanah sedalam 700 meter, dengan jumlah penduduknya  1.832 jiwa akan direlokasi kedaerah lain untuk memberikan rasa aman bagi korban. Semua biaya untuk pembanguan kembali rumah dan perkampungan mereka ditanggung oleh pemerintah.
Demikian kata Bupati Aceh Tengah Nasruddin kepada SP, Kamis (11/7) petang saat dikonfirmasi lewat telepon.

Menurutnya gempa Aceh Tengah dan Benar Meriah pada, Selasa (2/7) lalu selain meluluhlantakkan sebanyak 12 kecamatan di Aceh Tengah, juga telah menghancurkan sedikitnya 13.832 unit rumah penduduk, dengan rincian sebanyak 5.516 rusak berat, 2.750 rusak sedang dan 5.596 rusak ringan, sebanyak tiga desa dalam dua kecamatan yakni Desa Serampah dan Desa Bah di Kecamatan Ketol amblas dan Desa Kute Penang di Kecamatan Penang juga amblas, total kepala keluarga dalam tiga desa itu sebanyak 296 dan jumlah jiwa sebanyak 1.632 orang.

Selain itu jalan antar kecamatan juga banyak yang putus akibat longsor dan amblas sebanyak 22 titik jalan rusak berat dan 6 titik jalan provinsi juga rusak berat, untuk pembangunan kembali jalan yang hancur pemerintah setempat telah memperbaiki secara darurat begitu juga dengan jalan provonsi juga telah diperbaiki kembali secara darurat.
Saat ini pemerintah bersama relawan dan TNI/Polri masih terus berkonsentrasi untuk membantu korban dalam masa darurat dengan menyalurkan sejumlah bantuan terutama untuk kebutuhan pokok sembako dan pakaian seperti selimut dan jaket.

Kondisi pengungsi secara umum berada dalam keadaan baik dam sehat begitu juga dengan distribusi bantuan berjalan lancar, terutama bagi pengungsi yang tersebar di 48 titik, begitu juga dengan pengungsi yang menggelar tenda darurat di depan rumah sendiri dan belum bergabung dengan pengungsi lain juga diberikan bantuan.
Untuk memperbaiki kembali rumah warga yang rusak dan hancur pemerintah kebupaten berkoordinasi dengan provinsi dan pemerintah pusat. Hal ini dilakukan sesuai dengan petunjuk presiden saat berkunjung ke Aceh Tengah dua hari lalu.

Di Banda Aceh ratusan relawan dari mahasiswa, aktivis LSM dan organisasi pers dan perkumpulan remaja mesjid serta berbagai elemaen masyarakat lain terus menggalang dana dengan membuat kardus sumbangan di simpang jalan terbanyak pada lampu merah, ada juga yang menggelas posco ditempat-tempat strategis untuk mengumpulkan dana untuk korban gempa gayo.

Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman mengakatan pihaknya mengumpulkan sejumlah uang dan pakaian untuk disalurkan kepada korban gempa di Aceh Tengah dan Benar Meriah, bantuan tersebut bersumber dari para wartawan, keluarga wartawan dan juga simpatisan serta warga masyarakat, saat ini ada jutaan uang dan ratusan kardus pakaian telah terkumpul di Gedung PWI Aceh direncanakan, Minggu (15/7) disalurkan kelokasi bencana.

Suara Pembaruan

Penulis: 147/AF

Sumber:Suara Pembaruan