Menkopolhukam Djoko Suyanto (tengah) bersama (dari kiri) Menlu Marty Natalegawa, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menkumham Amir Syamsuddin dan Wamenkumham Denny Indrayana menggelar jumpa pers terkait kerusuhan yang terjadi di Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Jakarta.

Jakarta - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto menyampaikan duka cita yang mendalam atas tewasnya para korban saat pertandingan tinju Bupati Cup di Nabire, Papua.

"Pemerintah berdukacita atas meninggalnya 18 orang dalam kerusuhan pertandingan tinju di Nabire," kata Menko Polhukam Djoko Suyanto melalui pesan elektronik di Jakarta, Senin pagi (15/7).

Hal tersebut disampaikannya menyusul peristiwa kerusuhan yang terjadi dalam pertandingan tinju di GOR Kota Lama, Nabire.

Kerusuhan ditengarai terpicu karena tidak puasnya kelompok pendukung salah satu petinju atas keputusan wasit yang memenangkan Alvius Rumkorem dari Sasana Persada.

Menko Polhukam juga meminta agar aparat keamanan baik dari Polri dan TNI, segera memulihkan situasi di daerah tersebut.

"Aparat Polri dan TNI diminta membantu memulihkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Nabire," kata Djoko lagi.

Penulis: Ezra Sihite/FER