Bacagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Bacawagub Jatim, Herman S Sumawiredja, menggelar konferensi pers di DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim, Surabaya.

Jakarta - Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, mengaku prihatin atas tidak diloloskannya Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur (cagub) Jawa Timur (Jatim). Hal itu disampaikan Pramono di gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/7).

"Saya secara pribadi merasa prihatin yang mendalam dan menyesalkan tokoh sekaliber Khofifah yang dalam pemilihan gubernur 2008 menjadi penantang terkuat Gubernur Jatim incumbent, Soekarwo," kata Pramono.

Meskipun demikian, Pramono yakin pasangan PDI Perjuangan Bambang DH dan Said Abdullah dapat menjadi pesaing Soekarwo-Saifullah Yusuf. "Bambang DH sebenarnya orang yang cocok dijual, maka kalau dibilang Bambang DH tidak memiliki prestasi, saya rasa tidak. Kami yakin dengan mesin yang mulai bekerja sebelumnya," tegas politikus senior PDI Perjuangan ini.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim tidak meloloskan pasangan Khofifah Indar Parawansa - Herman S Sumawiredja sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur (cawagub) Jatim. Hal itu diketahui berdasarkan hasil rapat pleno KPU Jatim, Senin (15/7) dini hari.

KPU Jatim menyatakan Khofifah-Herman tidak memenuhi syarat dukungan partai politik (parpol). Pasangan Khofifah-Herman sendiri diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan tujuh partai non parlemen yaitu PKPI, PKPB, PDP, PPPI, Partai Kedaulatan, PPNUI dan PMB.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6/AF

Sumber:Suara Pembaruan