Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Jakarta - Laporan hasil survei nasional Pusat Data Bersatu (PDB) menyebutkan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) merupakan sosok capres yang paling disukai oleh masyarakat dengan persentase 77,90%. Jokowi mengungguli Jusuf Kalla (JK) 59,29%, Prabowo 58,75%, dan Megawati Soekarnoputri 57,82%.

"Dalam kategori capres yang paling disukai Jokowi berada di urutan teratas. Jokowi disukai oleh 77,90% publik, jauh di atas Megawati 57,82%," kata Ketua PDB Didik J Rachbini, di Jakarta, Rabu (17/7).

Selain unggul dalam kategori capres yang paling disukai, Jokowi juga memiliki elektabilitas tertinggi dalam tiga nama yang disebut 1.200 responden. Jokowi meraih angka 29,57% mengungguli Prabowo 19,83%, dan Megawati 13,08%.

Dengan demikian, survei PDB menyimpulkan jika Pilpres digelar hari ini dan Jokowi maju sebagai capres maka mantan Walikota Solo tersebut akan keluar sebagai pemenang.

"Yang paling potensial menjadi capres kalau pemilu digelar sekarang adalah Jokowi karena perolehannya mencapai 29,57%. Namun, keadaan bisa berubah jika ada peristiwa misal Jokowi tidak beres urus DKI, atau media dan media sosial berbalik arah," ujarnya.

Didik mengatakan, berdasarkan hasil survei tersebut maka PDI-P berada dalam situasi yang dilematis. Sebab, dukungan dalam internal PDI-P terbelah menjadi dua. Dari 13% internal PDI-P Jokowi diprediksi mendapat 5,6% dukungan, sementara Megawati mendapat 6% dukungan.

"PDI-P kesulitan apakah bakal memilih suara partai apa suara rakyat. Dari 13% dukungan internal PDI-P untuk Jokowi 5,6% sementara Megawati 6%. Di PDI-P suara Jokowi dan Megawati relatif seimbang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Didik menyebutkan, jika Jokowi tidak maju atau tidak mendapat dukungan dari parpol sebagai capres maka suara Jokowi bakal turun ke Prabowo. Lagipula, Prabowo berada pada urutan kedua dalam kategori elektabilitas tertinggi.

"Jika Jokowi tidak mendapatkan dukungan dari parpol maka, Prabowo yang menjadi presiden, karena dia di urutan kedua," ujarnya.

Lihat Juga Video Jokowi Capres Paling Disukai Publik

Lihat Juga Video Dialog " Belum Ada Capres Ideal "

Suara Pembaruan

Penulis: E-11/YUD

Sumber:Suara Pembaruan