Ilustrasi narapidana anak-anak.

Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) membuat kebijakan pemberian remisi atau pengurangan masa tahanan kepada narapidana anak di Hari Anak Nasional.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kemkumham, M Syueb, mengatakan tujuan pemberian remisi tersebut salah satunya adalah untuk mengembalikan secepatnya narapidana anak kepada keluarganya.

"Jadi mempercepat bebas, kembali ke keluarga dan masyarakat itu dianggap paling baik," kata Syueb di Jakarta, Selasa (23/7).

Syueb menjelaskan secara psikologis, tidak baik seorang anak berlama-lama di dalam penjara. Karena iklim negatif yang ada di penjara. Selain itu, anak-anak itu juga harus melanjutkan pendidikan. Hal itu, kata Syueb harus dilakuka di lingkungan keluarga, bukan di penjara.

"Jadi sebisa mungkin harus cepat, efek negatifnya di penjara banyak penularan kejahatan misalnya," kata Syueb.

Hari ini, Ditjen Pemasyarakatan Kemenekumham memberikan remisi Hari Anak Nasional kepada 648 narapidana anak. Dimana sebanyak 641 narapidana anak mendapatkan remisi 1 yang artinyamasih harus menjalani pidananya, dan tujuh sisanya mendapatkan remisi II atau langsung bebas.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada bulan Juni 2013 terdapat 2209 tahanan anak, 3541 narapidana anak dan 1238 klien anak yang menjalani pidana di Lapas dan Rutan. Para anak-anak tersebut umumnya mereka terlibat kasus pencurian, asusila, narkotika dan kriminal lainnya.

Penulis: Rizky Amelia/AF