Ilustrasi prajurit TNI AD.

Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengharapkan kenaikan remunerasi hingga 50 persen dari total gaji.

Saat ini, remunerasi prajurit TNI baru sebesar 38 persen dari total gaji.

"Kenaikan remunerasi dilakukan demi tingkatkan kesejahteraan prajurit. kita bisa minta untuk dinaikkan minimum 50 persen," kata Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jendral TNI Moeldoko, sesaat setelah kegiatan Bazar Murah TNI AD bekerjasama dengan Mitra, di Jakarta, Kamis (1/8).

Ia menegaskan, dengan status wajar tanpa pengecualian (WTP) ditambah kinerja TNI yang meningkat dari waktu ke waktu, membuktikan remunerasi TNI memang harus segera ditingkatkan.

Oleh karena itu, lanjut Moeldoko, pihaknya akan terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan prajurit dengan usaha yang semaksimal mungkin. Terlebih dilihat dari anggaran ke depan, belum nampak ada peningkatan gaji. Namun, disisi lain ada peningkatan di remunerasi.

"Kita sudah usahakan maksimal mungkin. Kita ingin bekerja keras untuk tingkatkan kesejahteraan prajurit," tegasnya.

Saat ini remunerasi prajurit TNI baru sebesar 38 persen dari total gaji. Pemerintah pun terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI, salah satunya melalui pemberian remunerasi.

Dalam berbagai sejarah perang, terbukti keberhasilan dari suatu negara sangat tergantung pada kondisi prajurit, selain tentunya aspek persenjataan.

Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko juga menyempatkan diri mengunjungi beberapa stand bazar yang digelar di lapangan Markas Besar TNI AD (Mabesad) di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Ia menegaskan, kegiatan bazar belumlah cukup untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit. Bazar murah diselenggarakan tidak lebih sebagai wahana hiburan semata.

Suara Pembaruan

Penulis: Y-7

Sumber:Suara Pembaruan