Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta kader PDIP tidak menjelek-jelekan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Kader PDIP wajib mendukung kinerja Jokowi.

Hal itu disampaikan Ketua DPP PDIP Effendy Simbolon ketika ditanyakan pesan Mega kepada kader PDIP terkait Jokowi.

Effendy menyatakan, Mega dan Jokowi tak terpisahkan. Bahkan, lanjut dia, Jokowi merupakan "anak" dan mempunyai "kromosom" Mega.

"Sosok Mega dan Jokowi enggak bisa dipisahkan," kata Effendy.

Dia menuturkan, Jokowi sangat memahami posisinya sebagai kader PDIP. "Jokowi paham betul itu," tutur Wakil Ketua Komisi VII DPR ini.

Elektabilitas dan popularitas Jokowi selalu merajai hasil jajak pendapat lembaga survei. Effendy mengungkapkan, PDIP selalu mencermati hasil jajak pendapat itu.

"Kami cermati survei apapun lembaganya. Kami akui itu benar adanya. Kami tidak tepis bahwa elektabiltas dan popularitas Jokowi tertinggi," ujarnya.

Akan tetapi, lanjut dia, PDIP tidak terharu dan terkesima serta jumawa dengan hasil jajak pendapat itu.

"Kita ikut dinamikanya sampai pemilu 2014. Kalau tren naik dan stabil, saya kira Ibu Mega (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri) akan jadikan itu konsiderans," tandasnya.

Sementara itu, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta, FX Oerip Soerdjoed mengatakan, PDIP berpeluang memenangkan Pemilu dan Pilpres 2014. Syaratnya, PDIP harus mengusung Jokowi sebagai calon presiden (capres).

"Kalau saja PDIP mau dan berani menyapreskan Jokowi sebelum April, maka PDIP bisa menang telak," katanya.

Dia mengungkapkan, elektabilitas dan popularitas Jokowi sudah mengakar sampai ke tingkat bawah. "Dari kalangan bawah dan intelektual dukung Jokowi," ungkapnya.

Penulis: C-06/YS

Sumber:suarapembaruan