Putri Solo 2008 Dipta Anindita setibanya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.

Jakarta - Rumah di Jalan Urip Sumoharjo, Surakarta, Jawa Tengah, yang dibangun di atas taham seluas 1.180 meter persegi akhirnya diputuskan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikembalikan ke istri ketiga terdakwa kasus suap dan pencucian uang Irjen Pol Djoko Susilo, Dipta Anindita.

Hal itu ada dalam berkas tuntutan milik terdakwa Djoko Susilo yang dibacakan oleh jaksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (20/8) malam.

"Sebidang tanah luas 1.180 meter persegi dan bangunan di Jl Urip Sumoharjon Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, dikembalikan kepada Dipta Anindita," kata jaksa Kemas Abdul Roni saat membacakan tuntutan.

Selain sebidang tanah, jaksa juga memutuskan mengembalikan buku nikah dan akta nikah asli milik Dipta Anindita.

Seperti diberitakan sebelumnya, Djoko Susilo diduga melakukan tindak pidana pencucian uang karena menyembunyikan harta kekayaannya. Salah satunya, dengan membeli aset atas nama istri ketiganya, Dipta Anindita.

Dalam surat dakwaan dikatakan, salah satu aset yang dibeli atas nama Dipta adalah sebidang tanah seluas 1.180 meter persegi dan bangunan di Jl Urip Sumoharjo, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, seharga Rp 6 miliar.

Rumah tersebut dibeli eks Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri yang diduga hasil tindak pidana korupsi melalui ayah kandung Dipta, Djoko Waskito dan kepemilikannya diatasnamakan Dipta Anindita.

Ketika bersaksi untuk Djoko Susilo, Djoko Waskito mengatakan bahwa rumah warisan keluarga dibeli oleh Dipta.

"Setelah ada kasus ini, rumah warisan itu saya ganti dengan uang saya sendiri. Uangnya sekarang ada di kas negara," kata Djoko saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (16/7).

Djoko menuturkan rumah itu tidak boleh dijual kepada siapapun. Sebab, menurut wasiat tidak boleh dijual kepada siapapun kecuali keluarga. Tetapi, kemudian Dipta ingin membelinya sehingga dijual kepada putrinya. (N-8)

Suara Pembaruan

Penulis: N-8

Sumber:Suara Pembaruan