Ilustrasi bendera partai Golkar

Jakarta - Partai Golkar (PG) menggelar "Silaturahmi Idul Fitri 1434 H, Silaturahmi Kebangsaan 2013". Pertemuan itu merupakan sebuah upaya untuk meneruskan tradisi yang baik di Indonesia yakni silaturahmi.

"Tradisi ini adalah sebuah institusi sosial yang sangat positif, sebab ia biasanya mengambil bentuk pertemuan silaturahmi yang diwarnai oleh sikap bersahabat, sikap yang rendah hati untuk saling memaafkan, menerima kekurangan dan kelemahan sebagai manusia, serta berjanji untuk berbuat yang lebih baik lagi di masa-masa mendatang," kata Ketua Umum (Ketum) PG Aburizal Bakrie dalam sambutannya, di Hotel Shangrilla, Jakarta, Senin (26/8) malam.

Acara itu dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden Boediono, Ketua Dewan Pertimbangan PG Akbar Tandjung, Wakil Ketua MPR Hadjriyanto Thohari dam Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

Selain itu, sejumlah ketum partai politik (parpol) juga tampak hadir di antaranya, Suhardi (Gerindra), Wiranto (Hanura), Anis Matta (PKS), MS Kaban (PBB) dan Ketua Harian Partai Demokrat Syarifuddin Hasan.

Acara silaturahmi juga sekaligus merayakan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-68 yang merupakan sebuah momen penting dalam sejarah kebangsaan.

"Kami di Golkar kemudian mengundang sahabat-sahabat semuanya, tokoh dan pimpinan parpol di Tanah Air, untuk bertemu, menyambung tali silaturahmi, dan menyebut pertemuan malam ini sebagai sebuah 'silaturahmi kebangsaan'," ujar Aburizal.

Melalui pertemuan Aburizal berharap kebersamaan dapat tercipta. "Kita hidup bukan untuk mempertajam perbedaan, melainkan untuk memperluas ruang-ruang kebersamaan. Kita memandang perbedaan bukan sebagai kelemahan, namun justru kita mensyukurinya sebagai dinamika yang sehat dari sebuah masyarakat majemuk," ucapnya.

Menurutnya, kebersamaan antar parpol juga perlu ditingkatkan menjelang pemilu. Pasalnya, dinamika pemilu sudah mulai menghangatkan suhu politik di Tanah Air. "Suhu ini akan terus meningkat, dan puncaknya akan terjadi pada bulan April dan Juli tahun depan. Sebagai pimpinan partai politik, kita tentu akan berada di pusaran kompetisi yang ketat, berlomba untuk merebut dukungan rakyat," tuturnya.

Dia menambahkan, kompetisi politik pasti akan berlangsung seru. Bahkan dia mengibaratkannya sebagaimana pertandingan sepakbola yang ketat dengan bintang-bintang lapangan yang piawai. "Tapi betapapun ketatnya, saya yakin sepenuhnya bahwa persahabatan dan tali silaturahmi di antara kita akan menjadikan kompetisi tersebut sebagai sebuah pesta demokrasi yang tertib, adil, dan damai," ucapnya. 

Lihat Juga Video Pasangan Wiranto-Hary Tanoesoedibyo Yakin Menang Pilpres 2014

Suara Pembaruan

Penulis: C-6/AF

Sumber:Suara Pembaruan