Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi

Jakarta - Bupati Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) Buhari Matta divonis 4,6 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor, Kendari. Jaksa belum mengajukan banding atas vonis yang jauh dari tuntutan jaksa yakni, 7 tahun.

"Jaksa Penuntut Umum menyatakan sikap pikir-pikir," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Senin (2/9).

Buhari Matta dinyatakan terbukti dalam perkara dugaan korupsi penjualan nikel kadar rendah tanpa melakukan penilaian harga terlebih dulu yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 24 miliar.

"Di Pengadilan Tipikor Kendari diputus terbukti dakwaan primair Pasal 2 ayat 1 UU 31/99 Jo UU 20/2001 Jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP, divonis 4,6 bulan, denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan biaya perkara Rp. 5000," ujarnya.

Sementara dalam perkara terdakwa Managing Director PT Kolaka Mining Internasional (PT KMI) Atto Sakmiwata Sampetoding, yang dijerat bersama Buhari divonis bebas di pengadilan, jaksa mengajukan kasasi. Buhari Matta dan Atto tidak ditahan dalam penyidikan perkara ini.

Suara Pembaruan

Penulis: E-11/FMB

Sumber:Suara Pembaruan