Komisi I Akan Klarifikasi Soal Dugaan Korupsi Calon Dubes

Wakil Ketua Komisi I, Tubagus Hasanuddin (Antara)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / FER | Selasa, 17 September 2013 | 13:01 WIB

Jakarta - Komisi I DPR akan segera melakukan fit and proper test terhadap 22 calon dubes RI yang akan berlangsung sejak hari ini, Selasa (17/9). Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin mengatakan pihaknya akan secara khusus menelusuri dugaan korupsi yang dilakukan calon dubes.

Dia mengaku pihaknya sudah mempelajari berkas dokumen dan biodata para calon duta besar. Salah satu nama calon dilaporkan terkait kasus korupsi.

"Kita akan klarifikasi benar dan tidaknya informasi tersebut. Kita tidak ingin punya Dubes yang sebentar-bentar dipanggil KPK untuk diperiksa, karena terkait kasus korupsi," ujar Hasanuddin di Jakarta, Selasa (17/9).

Hasanuddin sendiri menolak untuk menyebutkan siapa nama calon dubes yang dimaksud.

"Pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan ini pun berlangsung tertutup dan hanya memberikan catatan buat presiden, bukan memilih," tandas Hasanuddin.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR, Helmy Fauzi, menilai dari calon dubes non-karir, khususnya yang berlatar belakang Polisi dan Tentara, yang diajukan Pemerintah, belum menunjukkan kualitas yang terekam baik.

Walau demikian, Helmy mengaku tak bisa menafikan bahwa kedua sosok itu adalah memang pejabat senior di jajarannnya masing-masing.

Terkait dengan track record para calon dubes dari jalur non-karir Kementerian Luar Negeri itu, Helmy mengatakan bahwa pihaknya siap menerima masukan dari masyarakat. Sebagai contoh, Ito sempat disebut-sebut di media massa terkait dengan kasus Mafia Pajak Gayus Tambunan, walau belum terbukti secara hukum kebenarannya.

"Justru itulah pentingnya masukan dari masyarakat. Masih ada waktu untuk masukan itu dan kami siap menerimanya," tandas Helmy.

Diketahui semasa menjabat sebagai Kabareskrim, Ito Sumardi pernah disebut-sebut dalam kasus dana mafia pajak Gayus Tambunan. Selain itu, Ito juga menjadi elit di Bareskrim Mabes Polri saat anggota DPR dari PKS Muhammad Misbakhun dikriminalisasi soal penggelapan L/C Bank Century. Belakangan, Misbakhun dinyatakan tak bersalah oleh Mahkamah Agung.


Sumber:
ARTIKEL TERKAIT