Calon Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal (kiri) bersama istri Mellia Fersini (kanan) menunjukan kertas suara saat melakukan pemungutan suara di TPS 12 Kelurahan Maricayya, Makassar, Sulsel, Rabu (18/9). Warga Makassar menggunakan hak suaranya untuk memilih Walikota-Wakil Walikota Makassar 2014-2019 yang diikuti 10 pasang calon. ANTARA FOTO/Darwin Fatir

Makassar - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang berlangsung hari ini, diprediksi akan berlangsung dua putaran. Namun, prediksi itu bisa berubah bergantung pada dinamika politik Kota Makassar dalam tiga hari terakhir lalu.

"Berdasarkan survei kami yang terakhir, yakni pada 6 hingga 9 September lalu, memang belum ada pasangan calon yang meraih dukungan di atas 30 persen," ujar peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Toto Izul Fatah kepada SP di Jakarta, Rabu (18/9).

Pilkada Kota Makassar diikuti 10 pasangan, yang terdiri dari 6 pasangan lewat jalur partai politik (parpol) dan 4 pasangan independen. Pasangan dari jalur independen adalah Rusdin Abdullah-Idris Patarai, A Herman Handoko-Abdul Latief AA Bafadhal, Erwin Kallo-Hasbi Ali, dan Muhyina Muin-Syaiful Saleh.

Sedangkan, pasangan dari parpol adalah Supomo Guntur-Kadir Halid (Partai Golkar dan PDI-P), Muhammad Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal (Partai Demokrat dan PBB), Apiaty Kamaluddin Amin Syam-Zulkifli Gani Ottoh (didukung 21 partai nonparlemen), Irman Yasin Limpo-Busrah Abdullah (PAN dan PPP), Adil Patu-Isradi Zainal (PDK dan Partai Gerindra) serta Tamsil Linrung-Das’Ad Latief (PKS, Partai Hanura, dan PBR).

Menurut Toto, meski diprediksi berlangsung dua putaran, dinamika politik Kota Makassar dalam tiga hari terakhir ini bisa berubah. Bukan tidak mungkin, ujarnya, pasangan Muhammad Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal bisa menang satu putaran.

"Soalnya, tren dukungan pasangan ini terus naik. Survei terakhir, mereka didukung sekitar 25 persen warga. Padahal, pada survei sebelumnya dukungan terhadap pasangan ini sekitar 18 persen," kata Toto.

Dikatakan, pasangan yang berpeluang untuk maju ke putaran kedua bersama Ramdhan Pomanto adalah Irman Yasin Limpo-Busrah Abdullah dan Tamsil Linrung-Das’Ad Latief. Menurut Toto, survei terakhir LSI menunjukkan dukungan terhadap Irman Yasin Limpo sekitar 16,5 persen dan Tamsil Linrung sekitar 12 persen.

"Sebenarnya, tren dukungan Tamsil Linrung juga naik, tapi kenaikan itu tidak signifikan. Kalau terjadi dua putaran, kami memprediksi yang maju adalah Ramdhan Pomanto dan Irman Yasin Limpo," ujarnya.

Meski tidak didukung Partai Golkar, suara Irman Yasin Limpo diperkirakan juga berasal dari partai itu.

Suara Pembaruan

Penulis: O-1/FER

Sumber:Suara Pembaruan