Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Timur Pradopo

Banda Aceh - Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo mengintruksikan jajaran Polda Aceh agar segera menangkap pelaku penembakan Brigadir Syahri Rachmat (30), anggota Reskrim Polsek Kota, Polres Langsa, Rabu (18/9) petang. Penembakan itu mengakibatkan seorang personel polisi kritis setelah ditembak oleh bandar sabu-sabu bernama Wahyudin (35), saat penyergapan di Desa Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, Kota Langsa.

Intruksi tersebut disampaikan Kapolri kepada Kapolda Aceh Irjen Herman Efendi setelah pihaknya menerima laporan dari Polda, katanya kepada wartawan di sela-sela melakukan persiapan pergelaran Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke 6, Kamis (19/9) sore.

PKA akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (20/9) pagi hari bertempat di Taman Ratu Syafiatuddin, Banda Aceh.

Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan, korban penembakan yang merupakan anggota polisi Polres Langsa saat ini sedang dirawat di RS Medan, kondisi korban sudah melewati masa kritis, setelah berhasil dioperasi untuk mengeluarkan proyektil dalam perutnya, sembari bersyukur mudah-mudahan korban bisa segera pulih kembali dan pelaku akan terus kita kejar dan segera bisa ditangkap.

Menyikapi perintah itu, Kapolda Aceh, Irjen Herman Effendi, telah memerintahkan Polres setempat bersama satuan Brimob untuk mengejar dan menangkap pelaku bandar sabu-sabu, sembari meminta agar personel polisi tetap tegar dalam menghadapi musibah penembakan yang menimpa Brigadir Syahri Rachmat, di Sungai Raya, Langsa, Aceh.

Ia menilai penembakan itu sebagai risiko dalam bertugas, namun seluruh personel diminta tetap waspada dan penuh perhitungan dalam bertindak.

"Kita sangat prihatin karena kondisinya cukup parah. Korban sudah dirujuk ke rumah sakit di Medan, tetapi masa kritis sudah berhasil dilewati," sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anggota Polisi bernama Brigadir Syahril Rachmat, dari Reskrim Polsek Kota, Polres Langsa, Rabu (18/9) sekitar pukul 13.00 WIB kritis setelah ditembak bandar sabu-sabu, bernama Wahyudin (35), di Desa Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur.

Pelaku penembakan berhasil lari dari kejaran aparat hingga saat ini belum berhasil ditangkap. Akibat penembakan itu, korban kritis dan menderita luka parah di bagian pinggang kanan. Satu proyektil peluru senjata api (senpi) laras pendek masih bersarang di bagian perut yang mengenai ginjal korban.

Pasca kejadian korban yang sempat dirawat Intensif di Rumah Sakit Cut Meutia Langsa, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Columbia di Medan, Sumatera Utara. Sesampai disana, korban langsung dioperasi pengambilan proyektil peluru dari perutnya.

Sementara, aparat Polres Langsa dibantu aparat Brimob Den B Polda Aceh, terus menyisir wilayah yang diperkirakan sebagai tempat pelarian dan persembunyian pelaku, meskipun telah disisir oleh sejumlah aparat keamanan, tetapi upaya menangkap pelaku belum juga berhasil.

Kronologi kejadian berawal dari sejumlah anggota Polres Langsa yang sedang mengembangkan pengusutan kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu, menyaru sebagai pembeli. Mereka akan membelinya dari Wahyudin, buronan Polda Sumut untuk kasus kepemilikan senjata api.

Lalu disepakati bahwa transaksi narkoba akan dilakukan pada suatu tempat di Desa Bukit Selamat, Kecamatan Sungai Raya. Tetapi saat menjalankan skenario tersebut, seorang anggota polisi lain mengawasi dari jauh. Dan saat transaksi berlangsung, pelaku mendadak tahu bahwa yang di dekatnya adalah polisi yang sedang menyamar. Pelaku langsung mencabut senjata dari pinggangnya dan menembak Brigadir Syahri Rachmat.

Korban pun jatuh bersimbah darah. Pelaku selanjutnya lari dengan sepeda motor matic.

Suara Pembaruan

Penulis: 147

Sumber:Suara Pembaruan