Pekalongan Rekrut 150 Relawan Muda Berinovasi

(beritasatu.com)

Oleh: Ari Supriyanti Rikin | Kamis, 19 September 2013 | 23:36 WIB

Pekalongan - Kota Batik Pekalongan kembali merekrut anak-anak muda yang berstatus mahasiswa sebagai relawan muda berinovasi. Serangkaian pelatihan dilakukan bagi sekitar 150 mahasiswa, diharapkan relawan inovasi ini menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat untuk mendukung sistem inovasi daerah.

Pelatihan dan perekrutan relawan muda ini juga dibantu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Selain itu, pada angkatan kedua calon relawan muda berinovasi ini, sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro yang sudah didaulat sebagai relawan muda berinovasi dilibatkan.

Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi Tatang A Taufik mengatakan gerakan relawan muda berinovasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan sistem inovasi di daerah terutama di usia muda.

"Gerakan relawan muda berinovasi di Pekalongan ini sudah kedua kalinya digelar, pertama kali dilakukan Juni 2012. Melalui gerakan ini ada nilai yang ditanamkan kepada mereka," katanya di sela acara Gerakan Relawan Muda Berinovasi, di Pekalongan, Kamis (19/6).

Tatang menambahkan, kegiatan ini diharapkan mendekatkan inovasi kepada generasi muda, sehingga mereka dapat menciptakan kreativitas. Inovasi yang dimaksud memiliki segmen yang luas seperti di bidang lingkungan hidup atau pun teknologi informasi dan komunikasi.

Sementara itu, dari kegiatan serupa yang sudah dilakukan tahun lalu, sebagian besar masih dalam proses inovasi. Terkait batik yang menjadi ikon Pekalongan, mahasiswa berhasil mengembangkan pewarna alami untuk proses pembuatan batik.

"Nantinya diharapkan peran mereka beragam melalui berbagai kegiatan sesuai profesinya dan bermanfaat bagi lingkungan yang inovatif," ujarnya.

Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Dwi Arie Putranto mengungkapkan, kegiatan yang baru diperkenalkan tahun lalu ini sejalan dengan misi pemerintah kota Pekalongan untuk membangkitkan kreativitas dan inovasi pemuda dan memberdayakan masyarakat.

Untuk mendukung percepatan inovasi daerah Dwi mengaku, pemerintah Kota Pekalongan memberikan dukungan dana hibah bersaing bagi kelompok yang memiliki usulan proposal kreatif.

"Dalam banyak hal, kita mengarahkan relawan muda berinovasi agar dapat memberikan solusi kepada masyarakat," ujarnya.

Apalagi di sektor lingkungan hidup tambahnya, batik selain memiliki sisi positif juga memiliki masalah ketika limbah pewarnaan tidak diolah secara optimal dan malah dibuang ke sungai. Para relawan muda berinovasi ini setidaknya bisa menjadi corong bagi pengrajin batik agar memanfaatkan tiga instalasi pengolahan limbah yang dibuat pemerintah.

Sementara itu, terkait perekrutan relawan muda berinovasi, lanjut Tatang, di sejumlah wilayah pun sudah dilakukan seperti di Universitas Diponegoro sebanyak 120 mahasiswa, Cimahi 40 orang, Pelalawan 80 orang, Gresik dan Pagar Alam 350 orang.


Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT